85 Juta Orang Mudik Tahun Ini, Bagaimana Kemenhub Mengurai Kemacetan?

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 21 Apr 2022 03:14 WIB
Jakarta -

Mudik 2022 menjadi awal baru bagi para pemudik yang hendak balik ke kampung halaman, setelah larangan mudik diberlakukan pada 2020-2021. Diprediksi tahun ini ada sekitar 85 juta pemudik yang hendak balik ke kampung halaman.

Jika berkaca dari pengalaman mudik lebaran, para pemudik pernah mengalami macet panjang pada jalur pintu keluar tol Brebes Timur atau yang dikenal Brexit (Brebes Exit). Peristiwa macet Brexit ini terjadi pada 1 Juli 2016, para pemudik harus rela macet-macetan hingga 20 jam kala itu. Nah bagaimana pemerintah mengakali hal tersebut ya?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pemerintah sudah melakukan simulasi dengan berbagai kondisi, agar para pemudik bisa balik ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

"Lalu apa yang dilakukan selanjutnya dengan angka 85 juta pemudik ini. Ini adalah suatu angka yang signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 2019 pasti kita tidak bisa bandingkan dengan tahun 2020 dan 2021. Bayangkan 2019 itu sudah berat (dengan banyaknya pemudik) dan 2022 naik 40% artinya jalan-jalan ini akan lebih penuh," ujar Budi Karya dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom.

Sejumlah kendaraan melintasi jalur satu arah menuju Jakarta yang diberlakukan di tol Jakarta-Cikampek, di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (19/6/2018). Pihak kepolisian menerapkan sistem satu arah dari Tol Cipali hingga Cawang untuk mengurai kemacetan saat arus balik berlangsung. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18Ilustrasi Saat sejumlah kendaraan melintasi jalur satu arah menuju Jakarta yang diberlakukan di tol Jakarta-Cikampek, di Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (19/6/2018). Pihak kepolisian menerapkan sistem satu arah dari Tol Cipali hingga Cawang untuk mengurai kemacetan saat arus balik berlangsung. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18 Foto: Dok. Antara Foto

"Ada sekitar 50 juta pengendara ingin mudik pada tahun 2019, Naik 40%. Nah ini angka yang kita pegang (sekitar 85 juta pemudik), nah setelah kita petakan, darat ini di mana saja titik kemacetan. Di darat ada dua yang menjadi kritikal, satu di pelabuhan merak dan satu di Cipali dari Jakarta sampai di Semarang (titik kemacetan)," Budi Karya menambahkan.

Berbagai langkah dipersiapkan Kementrian Perhubungan untuk bisa mengurai kemacetan dan agar masyarakat bisa lebih nyaman untuk balik ke kampung halaman.

"Maka kami kementerian perhubungan, Korlantas mewakili Polri, BPJT mewakili PU, kita rapat terus mensimulasi apa yang akan terjadi, sudah disepakati bahwa kita akan menggunakan rekayasa lalu lintas one way Contraflow, melarang kendaraan tiga sumbu dan terakhir ganjil genap, nah instrumen ini akan digunakan (untuk mengurai kemacetan," kata Budi.

(lth/din)