Menhub: Tol Gratis Kalau Antrean Gerbang Tol Sampai 1 Km saat Mudik

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 20 Apr 2022 11:31 WIB
Jakarta -

Pemerintah kembali mengizinkan masyarakat untuk mudik tahun ini setelah dua tahun sebelumnya ada larangan mudik karena pandemi COVID-19. Euforia masyarakat diprediksi memuncak setelah mudik dibolehkan lagi. Bahkan, diprediksi akan ada puluhan juta pemudik tahun ini.

Hasil survei terakhir yang dilakukan oleh Badan Litbang Perhubungan, diperkirakan 85,5 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran. Mayoritas diprediksi menggunakan kendaraan pribadi baik mobil pribadi atau sepeda motor.

Secara kuantitas, jumlah kendaraan pribadi diprediksi mencapai 39,8 juta orang dengan rincian mobil pribadi 22,9 juta orang dan sepeda motor 16,9 juta orang. Disusul angkutan darat dengan kendaraan umum 25,7 juta orang (bus 14,1 juta orang, mobil sewa 6,7 juta orang, mobil travel 4,5 juta orang dan taksi daring 0,4 juta orang) serta sisanya menggunakan transportasi udara, kereta api dan transportasi air.

Berbagai rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan. Salah satunya pemberlakuan one way dan ganjil genap di jalan tol.

Tahun 2019 lalu, ketika masyarakat terakhir kali mudik Lebaran dalam kondisi normal sebelum pandemi, ada diskon tarif jalan tol. Saat itu, tarif jalan tol didiskon 15% sebelum puncak arus mudik dan setelah puncak arus balik agar puncak volume lalu lintas lebih merata.

Namun, tahun ini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tidak ada diskon tarif jalan tol. Menhub mengungkapkan ada wacana yang disiapkan yaitu menggratiskan jalan tol jika terjadi kemacetan panjang di gerbang tol.

"Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon. Cuma ada satu diskresi, apabila antrean mobil (di gerbang tol) itu lebih dari 1 km, maka nggak bayar malah. Bablas!" ujar Budi dalam program Blak-blakan detikcom.

"Jadi, kita bisa memberikan suatu homework untuk pengelola tol, supaya nggak macet. Begitu macet, gratis," sambungnya.

Tonton video "Blak-blakan Budi Karya Sumadi: 85 Juta Orang Diprediksi Akan Pulang Kampung" di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)