Awas Kejebak Macet, Ini Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik

ADVERTISEMENT

Awas Kejebak Macet, Ini Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 08 Apr 2022 08:04 WIB
Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus balik terjadi pada H+4 Lebaran. Yuk, intip suasana arus balik di Tol Cipali.
Catat prediksi puncak arus mudik tahun ini, jangan sampai kejebak macet (Foto: ANTARA FOTO)
Jakarta -

Tahun ini masyarakat akhirnya dibolehkan melakukan mudik Lebaran. Kementerian Perhubungan memprediksi akan terjadi lonjakan arus mudik. Ini prediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran 2022.

Menurut survei tentang potensi pemudik Lebaran 2022 yang dilakukan Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub), pengguna kendaraan pribadi baik mobil maupun motor akan mendominasi pergerakan mudik. Tercatat, sebanyak 40 juta orang memilih menggunakan kendaraan pribadi, dari total 79,4 juta orang yang diprediksi akan melakukan mudik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setelah kendaraan pribadi pilihan moda transportasi terbanyak kedua adalah angkutan jalan (bus dan penyeberangan) sebanyak 26,7 juta orang, pesawat 8,9 juta orang, kereta api 8,2 juta orang, kapal, 1,4 juta, dan angkutan lainnya 0,1 juta orang.

"Dari 79,4 juta orang yang diprediksi mudik, sebanyak 13 juta orang berasal dari Jabodetabek," kata Budi.

Diprediksi, kebanyakan pemudik akan bergerak ke Jawa Tengah sebanyak 23,5 juta, Jawa Timur sebanyak 16,8 juta dan Jawa Barat sebanyak 14,7 juta. Dan untuk jalur perjalanan yang paling dipilih adalah melalui jalan tol Trans Jawa, jalur lintas Jawa Tengah, Tol Cipularang, jalur Pantura, jalan Trans Sumatera serta beberapa ruas jalan lainnya.

Pemudik juga perlu mengantisipasi puncak arus mudik tahun ini. Berdasarkan rencana operasi dan prediksi hasil survei, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 29-30 April. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 8 Mei.

Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya pemudik tahun ini. Kemenhub bersama operator transportasi menyiapkan sarana dan prasarana transportasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas pemudik.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, telah disiapkan sebanyak 57.693 unit bus pada 48 terminal; 215 unit kapal pada 8 lintas sungai, danau, dan penyeberangan; 38 movable bridge, 2 ponton, dan 11 plengsengan pada dermaga penyeberangan; 327 pesawat untuk melayani 378 rute pada 123 kota; 123 kapal pada 117 trayek perintis serta 76 kapal kenavigasian untuk tanggap darurat pada 51 pelabuhan domestik dan 4 pelabuhan internasional; 399 sarana perkeretaapian antar kota pada 138 stasiun serta 1.053 perjalanan KRL/hari pada 15 stasiun utama dan 85 stasiun kecil.

Upaya lain yang dilakukan yaitu memastikan kelaikan sarana angkutan di semua moda transportasi dengan melakukan ramp check, termasuk pemeriksaan kesehatan SDM dan juga pengawasan tarif angkutannya (harga tiket). Selanjutnya, untuk meningkatkan aspek keselamatan dan mengurangi jumlah pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor), Kemenhub akan memfasilitasi Program Mudik Gratis.

"Mudik tahun ini menjadi tantangan yang besar yaitu dengan animo masyarakat yang tinggi untuk melakukan mudik. Untuk itu, kami di bawah koordinasi Menko PMK selaku koordinator penyelenggaraan mudik lebaran, telah melakukan koordinasi yang intensif antar unsur terkait, agar terwujud Mudik Aman dan Mudik Sehat," ujar Budi.

Simak Video 'Aturan Perjalanan Direlaksasi, Volume Mobilitas Kendaraan Jadi Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT