Kini Padat Lagi, Jakarta Sudah Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia Sejak 2021

ADVERTISEMENT

Kini Padat Lagi, Jakarta Sudah Keluar dari 10 Besar Kota Termacet Dunia Sejak 2021

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 06 Apr 2022 14:32 WIB
Jalan di kawasan Letjen Suprapto, Jakpus, macet di hari kedua puasa. Sejumlah hal pun disebut menjadi penyebab kemacetan di awal bulan Ramadan ini. Apa saja?
Jakarta sudah tak lagi masuk 10 besar kota termacet di dunia. (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Penurunan arus lalu lintas sepanjang tahun 2021 karena adanya pembatasan kegiatan, membuat DKI Jakarta keluar dari posisi 10 besar kota termacet di dunia. Berdasarkan data yang dirilis TomTom Index, pada tahun 2021 Jakarta menempati posisi ke-46 kota termacet di dunia.

Bagi Jakarta, ini tentu prestasi. Bila merunut data serupa dalam lima tahun terakhir, peringkat Jakarta turun amat Signifikan. Pada tahun 2017, Jakarta menempati posisi ke-4 kota termacet di dunia dengan tingkat kemacetan 61%.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogomengatakan bahwa dalam satu pekan terakhir terjadi peningkatan volume kendaraan di jalanan Ibu Kota. Dia menyebut peningkatan terjadi hingga 18 persen. Dengan adanya peningkatan ini terjadi kemacetan disejumlah titik, Selasa, 5/4/2022.Jakarta pada tahun 2021 menempati posisi ke-46 kota termacet di dunia. Foto: Agung Pambudhy

Kemudian pada tahun 2018, peringkatnya kembali turun menjadi posisi tujuh. Tingkat kemacetan pun berkurang menjadi 53%. Dengan tingkat kemacetan yang sama, peringkat Jakarta sebagai kota termacet di dunia kembali turun pada tahun 2019. Jakarta justru menempati tempat ke 10.

Pandemi yang melanda Indonesia pada Maret 2020 turut berimbas ke penurunan lalu lintas. Ya, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengharuskan masyarakat melakukan kegiatannya dari rumah. Dengan begitu, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet se-Indonesia dan menempati posisi ke-31. Tingkat kemacetan di Ibu Kota juga hanya mencapai 36%.

Tren positif penurunan kemacetan Jakarta masih berlanjut pada tahun 2021. Jakarta pada tahun lalu berada di peringkat 46 dari 404 kota terukur di dunia dan tingkat kemacetannya menurun 2%. Dalam data tersebut disimpulkan bahwa rata-rata waktu perjalanan di Jakarta berkurang 2 menit per hari.

"Dari 404 kota yang masuk dalam Indeks, 283 kota mengalami kemacetan rata-rata lebih rendah dibandingkan tahun 2019," kata TomTom dalam keterangan resminya.

[Gambas:Instagram]



Salah satunya Jakarta yang dinilai lebih lancar lalulintasnya dibanding tahun 2019 sebelum pandemi. Sebagai pembanding, pada tahun 2019 tingkat kemacetan Jakarta mencapai 53% dan menjadi kota paling macet ke-10 di dunia.

Memasuki tahun 2022, kemacetan Jakarta terlihat meningkat dalam waktu terakhir. Bisa jadi ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk mulai melonggarkan kegiatan masyarakat seiring dengan penurunan kasus penularan Covid-19. Bahkan dalam sepekan terakhir, peningkatan terjadi melebihi periode tahun 2019 dan 2021.

"Aktivitas masyarakat meningkat dan banyak kantor sudah masuk full, tidak lagi WFH," ungkap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo dikutip detiknews.



Simak Video "Dua Truk Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Lalin Tersendat"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT