Nasib Diskon PPnBM yang Baru Saja Berakhir, Menko Airlangga: Sudah Cukup

ADVERTISEMENT

Nasib Diskon PPnBM yang Baru Saja Berakhir, Menko Airlangga: Sudah Cukup

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 01 Apr 2022 07:46 WIB
Ototest komparasi Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander jadi salah satu mobil yang mendapat diskon PpnBM (Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Diskon PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) untuk mobil 1.500 cc ke bawah resmi berakhir kemarin, Kamis (31/3/2022). Bagaimana nasib ke depannya?

Seperti diketahui relaksasi PPnBM terus diperpanjang sejak dimulai pada Maret 2021. Skemanya berganti, hingga berakhir pada 31 Maret 2022.

Mobil 1.500 cc ke bawah, diberikan diskon PPnBM sebesar 50% pada periode Masa Pajak Januari 2022 sampai dengan Masa Pajak Maret 2022. Artinya, pada tiga bulan pertama 2022, mobil jenis itu hanya dikenakan PPnBM 7,5% dari normalnya sebesar 15%.

"Kalau demand-nya sudah cukup. Cukup," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2022).

Dia melanjutkan skema pemberian diskon PPnBM untuk LCGC terus sesuai jadwal, namun pemberian insentif diturunkan seiring berjalannya waktu.

"Tapi yang di bawah Rp 200 juta ini berlangsung sampai Desember, dan turun setiap kuartal," ujar Airlangga.

Antara lain, diskon 100% dari PPnBM yang terutang untuk Masa Pajak Januari 2022 sampai dengan Masa Pajak Maret 2022; 66 2/3% dari PPnBM yang terutang untuk Masa Pajak April 2022 sampai dengan Masa Pajak Juni 2022; dan 33 1/3% dari PPnBM yang terutang untuk Masa Pajak Juli 2022 sampai dengan Masa Pajak September 2022.

Sederhananya begini: konsumen LCGC dibebankan PPnBM sebesar 0% alias gratis pada Januari-Maret 2022, PPnBM 1% pada April-Juni 2022, dan PPnBM 2% pada Juli-September 2022. Sisanya pada Oktober sampai Desember LCGC dikenakan PPnBM normal yakni sebesar 3%.

Data Gaikindo mencatat, sepanjang 2021 wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mobil mencapai 887.202 unit. Angka itu naik 66,8% dibanding perolehan tahun sebelumnya yang cuma 532.027 unit.

Sementara secara retail atau penjualan dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 863.348 unit. Penjualan mobil secara retail sepanjang 2021 juga naik 49,3% dibanding tahun 2020 yang hanya sebanyak 578.321 unit.

Meski masih jauh dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19, penjualan mobil selama 2021 telah melampaui target. Sebelumnya, Gaikindo menetapkan target penjualan mobil tahun 2021 hanya sebanyak 750 ribu unit. Kenyataannya, penjualan mobil bisa diperoleh di atas 800 ribu unit.

Penjualan secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer pada Februari 2022 sebanyak 81.228 unit, sementara retail sales atau penjualan dari dealer ke konsumen sebanyak 69.989 unit.

Bandingkan pada Januari 2022, ada selisih 3,4 persen dari Januari 2022 atau sebesar 84.062 unit. Sementara dari sisi penjualan ritel, turun lebih dalam yakni sebesar 10,9 persen atau dari 78.567 unit.



Simak Video "Sayang Banget, Mobil-mobil Ini Nggak Dapat Diskon PPnBM Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT