Kenapa Mobil Listrik Masih Sepi Peminat di Indonesia?

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 18 Mar 2022 13:48 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) meninjau proses perakitan mobil di Pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/3/2022). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia yang berada di Bekasi, Jawa Barat, pada hari ini Rabu (16/3/2022) sekaligus meresmikan peluncuran mobil listrik Ioniq 5 pertama yang dibuat di Indonesia. ANTARA FOTO/Biro Pers, Media dan Informasi Setpres/Kris/Handout/wsj.
Mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia. Foto: Biro Pers Setpres/Kris
Jakarta -

Mobil listrik masih belum selaris mobil bahan bakar minyak (BBM). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tidak menampik harga menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan mobil dengan banderol di bawah Rp 300 juta masih jadi primadona di Tanah Air. Sebab itu model-model LCGC, LSUV, dan LMPV masih menjadi yang terlaris.

"Sekarang simple aja, kalau satu mobil di combustion engine Rp 250 juta kalau harganya berubah jadi 600 juta Anda mau beli?," ujar Nangoi saat ditemui di Jakarta Auto Week beberapa waktu yang lalu.

Namun seiring perkembangan teknologi dan baterai, diharapkan harga mobil listrik bisa ditekan sehingga masuk dalam daya beli masyarakat Indonesia.

"Dalam waktu itu, setahu saya awal ada mobil (listrik) itu harganya 1 miliar. Tapi sekarang mulai turun ke 600 juta, sekarang (selisih) tinggal dua kali lipat," ujar Nangoi.

"Jadi mudah-mudahan bisa turun terus karena teknologi berkembang terus," tambah dia.

Di sisi lain, Nangoi menuturkan, peluang penguatan pasar domestik Indonesia bisa membaik seiring dengan membaiknya pendapatan per kapita.

"Kita lihat saja income perkapita Indonesia 600 dollar per tahun, sudah luar biasa. Kalau dia sampai 5 ribu - 6 ribu, mobil-mobil tersebut akan laku," ujar Nangoi.

"Makanya mobil-mobil yang laku di Indonesia berharga 250 juta ke bawah. Mungkin kalau income per capita sudah 5-6 ribu harga mobil 500 juta ke bawah bisa naik," tambah dia.

Berdasarkan data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan mobil listrik memang masih jauh jika dibandingkan dengan mesin pembakaran internal (ICE). Namun setidaknya, penjualan mobil listrik meningkat daripada tahun-tahun sebelumnya.

Pada peringkat pertama, nama Hyundai Kona EV tercatat sebagai kendaraan listrik paling laris di 2021 yang laku terjual 360 unit. Lalu peringkat kedua diisi oleh Hyundai Ioniq EV sebesar 228 unit, dan posisi ketiga dihuni All New Nissan Leaf dengan jumlah penjualan 42 unit.

Sementara di peringkat keempat ada SUV mewah Lexus UX 300e yang laku 26 unit. Kemudian di posisi kelima ada mobil listrik mungil yang hanya dapat menampung satu orang saja, yakni Toyota Coms yang laku terjual 20 unit. Keenam ada Toyota C+Pod EV 7 unit dan ketujuh DFSK Gelora E (blind van dan minibus) 2 unit.



Simak Video "Bakal Masuk Indonesia, Mobil Listrik Murah Meriah Wuling Terlaris di China"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)