Mengenal Lebih Jauh Jalur Penyelamat untuk Antisipasi Kendaraan Rem Blong

ilha - detikOto
Sabtu, 22 Jan 2022 11:47 WIB
Ada Rombongan Bikers Kopdar di Jalur Penyelamat, Ini Fungsi Aslinya
Jalur penyelamat Foto: Istimewa
Jakarta -

Saat kamu melintas di salah satu ruas jalan tol yang penuh tanjakan dan turunan, sering kali terlihat sebuah jalur yang menanjak ke atas. Nah, jalur tersebut merupakan jalur penyelamat atau disebut juga emergency safety area. Hmm, berkaca pada kecelakaan rem blong di Balikpapan kemarin, apa perlu jalur ini hadir di jalan raya biasa ya?

Sebelum memutuskan apakah jalur tersebut perlu atau tidak hadir di jalanan biasa, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa sih peran jalur penyelamat ini, dilansir dari berbagai sumber, jalur penyelamat memiliki fungsi vital sebagai peredam laju kendaraan jenis apapun, mulai dari roda empat hingga truk bermuatan besar. Biasanya, jalur penyelamat digunakan untuk kendaraan yang mengalami rem blong saat melewati jalanan menurun.

Kontur jalur penyelamat ini sengaja dibuat kasar dan bergelombang. Hal tersebut bertujuan untuk menjebak atau mengunci laju kendaraan saat terjadi masalah rem blong atau tidak berfungsi dengan baik.

Keberadaan jalur penyelamat terbilang sangat penting sebagai fasilitas forgiving road atau keselamatan pasif pada jalan. Soalnya, jalur ini punya peran penting dalam menurunkan tingkat fatalitas jika terjadi kecelakaan.

Rata-rata jalur penyelamat punya ketinggian sekitar enam meter, memiliki panjang 20 meter, lebar tiga meter, serta letaknya berada di sebelah kiri jalan. Nah, emergency safety area itu sudah dibangun pada sejumlah ruas jalan tol utama di Indonesia, seperti yang berada di jalan tol Trans Jawa dan tol Cipularang.

Ada Rombongan Bikers Kopdar di Jalur Penyelamat, Ini Fungsi AslinyaAda Rombongan Bikers Kopdar di Jalur Penyelamat, Ini Fungsi Aslinya Foto: Dok.Twitter/jum_adiwibowo69

Cara Memanfaatkan Jalur Penyelamat

Apabila suatu saat mobil yang kamu pakai tiba-tiba mengalami masalah rem blong sehingga tidak sanggup mengurangi kecepatan, kamu bisa memanfaatkan emergency safety area tersebut.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah jangan panik. Tetap kemudikan mobil dalam kondisi normal dan pastikan kendaraan berada di sebelah kiri jalan.

Untuk mengurangi kecepatan mobil kamu bisa melakukan engine brake dan segera mencari jalur penyelamatan di bahu jalan. Saat memasuki jalur tersebut, cukup diamkan mobil dan biarkan melaju hingga mobil benar-benar berhenti bergerak.

Jalur penyelamatan yang sesuai dengan aturan memiliki dasar dari bebatuan kecil (gravel) dan pasir. Kedua material tersebut mampu meredam laju kendaraan hingga berhenti dengan aman.

Ada satu hal penting yang harus diingat, bagi para pengendara yang melintas juga dilarang untuk berhenti dengan sengaja di jalur penyelamat apabila tidak dalam kondisi darurat. Soalnya, hal tersebut sangat membahayakan dan mengganggu pengendara lain ketika benar-benar membutuhkan jalur penyelamat saat situasi darurat.

Harapannya, setiap kendaraan baik mobil hingga truk dapat meminimalisir kecelakaan fatal karena masalah rem blong, apalagi jika melewati jalanan yang menurun dan terdapat banyak kendaraan, tentu hal tersebut sangat mengerikan.



Simak Video "Truk Maut Balikpapan, 'Tanggung Jawab' Keselamatan Bukan Hanya pada Sopir"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)