Jalan Tol Berlubang Sebabkan Korban Jiwa, Ada Dugaan Pengelola Lalai

Tim detikcom - detikOto
Senin, 10 Jan 2022 11:56 WIB
Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Palembang-Lampung. Seorang mahasiswa tewas akibat mobilnya mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang. (Foto: dok. Istimewa)
Foto: Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Palembang-Lampung. Seorang mahasiswa tewas akibat mobilnya mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Seorang pemobil bernama Febi Khairunisa (21) tewas akibat mobilnya mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang di ruas tol Palembang-Lampung (Tol Trans Sumatera Palembang-Kayu Agung). Ada dugaan pengelola tol lalai tidak segera menambal jalan yang berlubang.

Hal itu diungkapkan oleh Pemerhati Masalah Transportasi dan Hukum, Budiyanto. Menurut Mantan Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya ini pengelola tol seharusnya melakukan upaya perbaikan secara optimal jika terdapat kerusakan di badan jalan tol.

"Apapun alasannya yang sudah disampaikan oleh pengelola jalan. Menurut hemat saya, ada dugaan kelalaian dari pengelola jalan tol Palembang Lampung," kata Budiyanto dalam keterangannya, Senin (10/1/2022).

"Dilihat dari penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan tol Palembang - Lampung, pengemudi mobil menghindari lubang yang berakibat mobil menabrak median kemudian korban meninggal dunia," ujarnya.

Diberitakan detikcom sebelumnya, Pengelola tol memberikan penjelasan soal lubang dan jalan bergelombang di ruas tol yang juga dikeluhkan warga.

"Kalau kita dari sisi pengelola jalan tol tentunya harus mematuhi standar pelayanan minimum, itu sudah kita lakukan. Namun satu hal kenapa di jalan tol bisa terjadi ini (kecelakaan), itu dalam kondisi cuaca curah hujan yang cukup tinggi dan juga overdimension dan overloading (ODOL), itu yang menyebabkan kondisi jalan cepat rusak," kata Manajer Operasi Waskita Sriwijaya Tol, Sabdo Hari Mukti, melalui Sekretaris Perusahaan Alex ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (8/1/2022).

Namun Budiyanto menilai ada unsur kelalaian yang dilakukan pihak pengelola tol.

"Ada dugaan kelalaian karena pada jalan berlubang tidak segera diperbaiki dan tidak ada tanda-tanda atau rambu-rambu sebagai tanda peringatan," tambah dia.

Dari aspek yuridis, Budiyanto mengungkapkan kewajiban pengelola tol untuk memelihara jalan bersinggungan dengan Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 24:

Adapun tugas pengelola tol diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 24.

1. Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.

2. Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

"Untuk menjaga jangan sampai kejadian serupa terulang harus ada langkah penyidikan secara komprehensif untuk pertanggungan jawab baik secara perdata maupun pidananya dari pihak pengelola jalan tol," tambah dia.

Mengenai sanksi penyelenggara jalan bisa dihukum sesuai dalam pasal 273:

- dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) jika tidak segera memperbaiki jalan rusak sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dan/atau barang.

- dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) jika mengakibatkan luka berat.

- dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) jika mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

- dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) jika penyelenggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum



Simak Video "Kecelakaan Gegara Jalan Tol Rusak, Pengendara Bisa Tuntut Ganti Rugi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)