500 Mobil Listrik Dipakai KTT G20 di Bali, Gimana Tempat Ngecasnya?

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 29 Des 2021 18:48 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan serah terima mobil listrik dari produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai Motors. Nantinya mobil listrik ini digunakan untuk kendaraan pimpinan dan tamu-tamu negara dalam pertemuan KTT G20 di RI.
Mobil Listrik yang Bakal Dipakai Tamu KTT G20 Bali. Foto: Rifkianto Nugroho.
Jakarta -

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun 2022 akan menggunakan mobil listrik. Dari informasi terakhir, setidaknya ada 500 mobil listrik yang akan digunakan panitia KTT G20. Bagaimana tempat ngecasnya?

Kini, PT PLN (Persero) membangun 21 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru untuk mendukung KTT G20 di Bali. Di Bali, akan ada 21 unit SPKLU di 15 shelter yang ditargetkan mulai beroperasi Maret 2022. Dari 21 unit SPKLU fast charging tersebut, 12 unit di antaranya merupakan tipe 25 kilo Watt (kW), sementara 9 unit lainnya tipe 50 kW.

"Terkait dengan pelaksanaan KTT G20 menjadi satu kesempatan kepada Indonesia untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita memang memiliki komitmen untuk mendorong penurunan emisi," kata Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, dalam keterangan tertulis.

Dia mengatakan, infrastruktur pengisian baterai kendaraan listrik itu penting untuk mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dia berharap institusi lainnya, seperti BUMN, BUMD maupun Pemda, juga dapat ikut beralih menggunakan kendaraan listrik dalam menyambut KTT G20.

"Contohnya begitu banyak kendaraan operasional yang dimiliki oleh BUMN, Pemda, maupun kendaraan karyawan-karyawati yang beroperasi di kawasan Bali," imbuhnya.

Pahala membeberkan keuntungan menggunakan kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional. Dia bilang, pakai mobil listrik bisa menghemat biaya.

"Sebetulnya bagi pengguna motor listrik, saat ini kalau dia berkendara 60-70 km per hari, penghematan per bulannya bisa mencapai Rp 300-400 ribu. Berarti untuk satu tahun penghematannya bisa mencapai Rp 4-5 juta," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, melihat kebutuhan infrastruktur KBLBB untuk acara KTT G20, PLN akan menambah pengoperasian SPKLU di Bali. Terlebih Pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN, mempertimbangkan provinsi Bali sebagai kawasan percontohan akselerasi ekosistem KBLBB.

"Akselerasi ekosistem KBLBB di Bali akan menjadi model bagi wilayah lainnya untuk membangun infrastruktur SPKLU dalam memberikan kemudahan pengisian energi listrik bagi masyarakat pemilik kendaraan listrik," tuturnya.

"5 SPKLU sudah mulai proses pekerjaan dan insyaallah Januari sudah bisa digunakan masyarakat. Sisanya diperkirakan selesai Maret 2022," ucap Darmawan.



Simak Video "Persiapan Plataran Menjangan Jelang G20 di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)