BBM Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Ini Tanggapan Driver Ojol

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Sabtu, 25 Des 2021 15:41 WIB
Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium  dan RON 90 Pertalite sebagai upaya  mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
BMM Pertalite Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta -

Pemerintah berencana akan menggantikan bahan bakar minyak (BBM) Premium (RON 88) dan akan dialihkan ke BBM Pertalite (RON 90). Namun dalam peta jalan (roadmap) BBM ramah lingkungan, nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

Saat ini pemerintah tengah gencar untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan. Setelah BBM Premium dihapus dan diganti Pertalite, dalam beberapa tahun ke depan Pertalite juga akan diganti dengan Pertamax.

Tentu, proses peralihan dari Premium, Pertalite, hingga ke Pertamax bisa menimbulkan gejolak di masyarakat. Terlebih, hal ini akan berdampak bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan kendaraan pribadi untuk mencari nafkah, seperti driver ojek online (ojol).

Salah satunya adalah Angga, pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online ini mengaku setuju jika BBM Premium akan dihapus. Namun, ia merasa masih keberatan jika BBM Pertalite ikut diganti ke Pertamax dalam waktu dekat.

"Untuk dihapusnya BBM Premium saya setuju, karena saya sendiri bukan pengguna BBM Premium, tapi untuk BBM Pertalite di mana saya sebagai pengguna BBM tersebut belum bisa memastikan setuju atau nggak dalam penghapusan BBM Pertalite," kata Angga saat dihubungi detikOto, Sabtu (25/12/2021).

spbu kantong pertaminaIlustrasi SPBU kantong pertamina Foto: Dok. Pertamina

Menurut Angga, jika pemerintah bakal menghapus BBM Pertalite setidaknya perlu memberikan solusi yang baik terhadap masyarakat. Sehingga, keputusan dihapusnya BBM Pertalite ini tidak memberatkan masyarakat, terutama soal harga jualnya nanti.

"Kalau pun rencana dalam 1-3 tahun ke depan BBM Pertalite dihapuskan, sekiranya pemerintah memberikan solusi atau jalan lain kepada masyarakat agar bisa menggunakan BBM yang ramah lingkungan yang sesuai dengan standar pemerintah. Tetapi, harus memiliki harga yang berbanding sama dengan harga Pertalite," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menyatakan serius untuk berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

Dalam rangka itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," ujarnya dikutip detikcom dari keterangan resmi, Kamis (23/12/2021).

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa pemerintah sedang menyusun peta jalan (roadmap) BBM ramah lingkungan, di mana nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

"Dengan roadmap ini, ada tata waktu di mana nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana Pertalite harus dry, harus shifting dari Pertalite ke Pertamax," ungkapnya.



Simak Video "PAN Minta Pertamina Pertimbangkan Lagi Rencana Hapus Pertalite"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)