ADVERTISEMENT

Tidak Ramah Lingkungan, Tuk Tuk di Thailand Bakal Dimusnahkan

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 09 Des 2021 14:44 WIB
Berjalan-jalan di kota Bangkok, Thailand kurang seru jika tidak mencoba menaiki kendaraan Tuk-Tuk. Kendaraan ini khas Bangkok yang mirip seperti bajaj di Indonesia. File/DetikFoto.
Tuk tuk kendaraan khas di Bangkok, Thailand. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kendaraan tradisional Thailand, Tuk Tuk, bakal segera dimusnahkan oleh pemerintah setempat. Musababnya, kendaraan roda tiga mirip Bajaj ini dianggap terlalu berpolusi dan tidak ramah lingkungan. Kok bisa?

Seperti dikutip dari Young Machine, Tuk Tuk adalah kendaraan modifikasi yang dijadikan alat transportasi umum di negeri Gajah Putih. Sejarahnya dulu, Tuk Tuk merupakan kendaraan bekas yang berasal dari Jepang.

Sekitar 30 mobil bekas tipe Daihatsu Midget DK yang dijual di Jepang pada tahun 1957 diimpor ke Thailand. Awalnya, Daihatsu Midget tipe DK banyak digunakan di Chinatown, di Bangkok, Thailand.

Selain itu, di kota kuno Ayutthaya yang dikenal sebagai situs warisan dunia di Thailand, tipe MP Midget Daihatsu mulai digunakan karena harganya yang murah.

Saat itu nama 'Tuk Tuk' memang belum familiar. Yang digunakan adalah sebutan 'Thermlow Kuruan' yang berarti kendaraan roda tiga, dan dijual oleh beberapa merek Jepang seperti Honda, Hino, Mitsubishi, Toyo Kogyo (sekarang Mazda), dan juga Daihatsu.

Selanjutnya ketika merek-merek itu tidak lagi memproduksi kendaraan roda tiga di Jepang, maka riwayat Thermlow Kuruan di Thailand pun berakhir. Sebagai gantinya, muncul Tuk Tuk sebagai kendaraan roda tiga produksi lokal Thailand.

Pada awalnya Tuk Tuk digunakan untuk membawa barang, namun lama kelamaan mulai digunakan sebagai taksi. Dan kata orang Thailand, kendaraan tersebut berjalan dengan suara mesin 'tuk tuk', sehingga akhirnya kendaraan roda tiga ini disebut dengan nama Tuk Tuk sampai sekarang.

Pada tahun 2017, dikatakan ada sekitar 20.389 unit Tuk Tuk yang terdaftar untuk penggunaan bisnis dan 1.636 untuk penggunaan pribadi, dengan total 22.025 kendaraan di Thailand. Dan sekitar 46% dari jumlah tersebut berada di Bangkok.

Populasi Tuk Tuk yang cukup besar tentunya menimbulkan polusi udara. Oleh karena itu, pemerintah Thailand mewacanakan akan memusnahkan Tuk Tuk bermesin konvensional ke Tuk Tuk bermesin listrik pada tahun 2036.

Jika Tuk Tuk sepenuhnya dialiri listrik, maka akan menghemat sekitar 20.000 ton minyak setiap tahun. Hingga 2017, tercatat sudah ada 100 unit Tuk Tuk listrik yang beredar di Thailand.

(lua/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT