Larang Mobil BBM, Inggris Wajibkan Rumah Baru Punya Charger Mobil Listrik

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Selasa, 23 Nov 2021 19:42 WIB
Go Ultra Low Nissan LEAF on charge on a London street. Ultra-low emission vehicles such as this can cost as little as 2p per mile to run and some electric cars and vans have a range of up to 700 miles.
Ilustrasi mobil listrik yang sedang dicas di jalanan London, Inggris Foto: Miles Willis
Jakarta -

Tren penggunaan mobil listrik kian mewabah di dunia. Salah satu negara yang sangat serius untuk menyambut tren kendaraan masa depan ini adalah Inggris. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Inggris mewajibkan setiap bangunan dan rumah baru yang didirikan wajib punya charger mobil listrik.

Aturan ini diumumkan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson pada Senin (22/11/21) silam. Menurutnya, Inggris akan menjadi pelopor di dunia yang mewajibkan bangunan untuk memiliki charger mobil listrik.

"Inggris akan memimpin dunia untuk mengamanatkan peraturan bangunan seperti itu, memulai satu dekade pengiriman dalam ratusan ribu titik pengisian sambil menciptakan pekerjaan ramah lingkungan lebih lanjut di seluruh negeri," tulis pemerintahan Inggris di laman resminya.

Pemerintah Inggris memastikan kurang lebih 145 ribu titik pengecasan akan tersedia di negara mereka. Hal ini mereka siapkan lantaran per 2030 nanti Inggris tak lagi menjual mobil bensin atau diesel baru.

"Kami akan mewajibkan rumah dan gedung baru untuk memiliki titik pengisian EV, dengan 145.000 titik pengisian lainnya untuk dipasang berkat peraturan ini," papar Boris Johnson lewat rilis resminya.

Menurut Boris, hal ini menjadi penting, sebab menurutnya mayoritas pemilik mobil listrik masih punya budaya untuk mengisi daya kendaraannya di rumah. Pemerintah Inggris sedang mengupayakan, pengisian daya mobil listrik dapat dilakukan semudah pengisian bahan bakar mobil bensin ataupun diesel.

"Dengan sebagian besar pengisian daya terjadi di rumah, ini berarti orang dapat membeli properti baru yang sudah siap untuk masa depan kendaraan listrik, sambil memastikan titik pengisian daya tersedia di toko dan tempat kerja baru di seluruh Inggris dan membuatnya semudah mengisi bahan bakar bensin atau mobil diesel hari ini," lanjutnya.

Selain itu, menurut Boris, dunia tengah bergerak ke arah industri yang lebih ramah lingkungan. Maka tak heran mereka membuat aturan dan mengeluarkan investasi yang menitikberatkan ke kendaraan listrik.

"Ini adalah momen penting, kita tidak bisa terus seperti sekarang. Kita harus menyesuaikan ekonomi kita dengan revolusi industri hijau," papar Boris.

"Kami harus menggunakan investasi besar kami dalam sains dan teknologi dan kami harus meningkatkan produktivitas kami dan kemudian kami harus keluar dari keinginan Anda," paparnya.



Simak Video "Pilihan Makin Beragam, Ini Dia Mobil Listrik dan Hybrid Paling Laku di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/rgr)