Sering Kejebak Macet, Ambulans Perlu 'Karpet Merah' di Jalan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 18 Nov 2021 20:43 WIB
Sejumlah kendaraan ambulans dan bus sekolah yang membawa pasien COVID-19 antre untuk masuk kawasan Rumah Sakit Darurat  COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (10/6).
Ambulans sering terjebak macet. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ambulans di jalanan Indonesia sering terjebak macet. Padahal, kendaraan emergensi ini harus cepat dan tepat waktu menuju tempat tujuan demi menolong nyawa seseorang yang diangkutnya.

Ambulans menjadi salah satu kendaraan yang harus diprioritaskan di jalan. Jika ada ambulans yang mengangkut orang sakit lewat, mobil presiden pun harus memberikan jalan.

Namun, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kendaraan prioritas masih kurang. Kadang, mobil ambulans sulit menembus kemacetan karena terhalang kendaraan lain di depan. Malah, ada juga pengendara yang nekat menghalang-halangi laju ambulans yang membutuhkan waktu sesegera mungkin sampai di rumah sakit untuk menolong pasien.

Rio Octaviano, Badan Kehormatan Road Safety Association, mengatakan pihaknya melakukan survei tentang bagaimana masyarakat merespons adanya ambulans di jalan raya. Secara garis besar, katanya, masyarakat sudah paham tentang pentingnya jalur emergensi atau memberikan prioritas kepada ambulans.

"Hanya saja di beberapa kesempatan memang ada beberapa pihak yang belum sadar pentingnya ambulans ketika mereka melintas di jalanan," kata Rio dalam seminar harian di GIIAS 2021 yang dilakukan secara virtual, Kamis (18/11/2021).

Rio melanjutkan, RSA sendiri memiliki rencana jangka panjang untuk mengajukan pembuatan karpet merah untuk ambulans. Rio menyarankan ada jalur khusus untuk ambulans.

"Sekarang di Indonesia sendiri semua punya jalurnya masing-masing. Kami berpikiran misalnya teman-teman pesepada sudah berhasil meyakinkan pemerintah untuk membangun jalur sepeda, bus sudah ada jalur bus, sekarang yang kita minta edukasi kepada masyarakat pun untuk memberikan akses utama kepada kendaraan-kendaraan emergency yang membawa korban laka lantas (kecelakaan lalu lintas)," ucap Rio.

"Red carpet adalah alokasi khusus yang dibuat untuk jalur ambulans atau kendaraan emergency, sebagai edukasi masyarakat tentang pentingnya memberikan prioritas kepada kendaraan emergensi, dibuatkan di jalan-jalan protokol," lanjut Rio.

Sementara itu, di beberapa negara maju, pengendaranya sudah sangat sadar untuk memberikan jalan kepada kendaraan darurat. Di Jerman, misalnya, ketika suara sirine ambulans terdengar, para pengendara langsung ke pinggir dan memberi ruang di tengah untuk memberikan jalan kepada ambulans. Ambulans itu pun dengan mudahnya membelah lalu lintas yang tengah padat.

Momen ini umum terjadi jika terjadi kemacetan terutama di jalan tol di Jerman. Pengendara akan otomatis menepikan kendaraan ke sisi kanan dan kiri jalan, menyisakan sebuah lajur yang terbuka lebar untuk dilalui mobil ambulans atau kendaraan darurat. Kondisi seperti ini perlu ditiru juga di Indonesia mengingat ambulans perlu tepat waktu tiba di tujuan.



Simak Video "Gegara Truk Ngetem, Ambulans Telat Bawa Pasien dan Akhirnya Tak Tertolong"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)