ADVERTISEMENT

Penanganan COVID Ibarat Otomotif, Gas-Rem Harus Imbang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 11 Nov 2021 13:36 WIB
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih melanda. Tapi, angka penularannya terus melandai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penanganan COVID-19 ibarat teknik otomotif, gas dan rem perlu diseimbangkan.

"Pandemi COVID menyebabkan berbagai kegiatan termasuk pameran GIIAS tahun lalu absen. Sehingga ini merupakan hal yang baik. Di triwulan ketiga kasus penanganan COVID di Indonesia adalah yang terbaik di ASEAN. Berdasarkan penilaian WHO, seluruh 34 provinsi di Indonesia levelnya 1," ucap Airlangga dalam pidatonya di acara Upacara Pembukaan GIIAS 2021 di ICE, BSD, Kab. Tangerang, Kamis (11/11/2021).

Kasus harian aktif harian di Indonesia juga sudah di bawah 500. Di sisi lain, negara lain termasuk di ASEAN masih ribuan.

"Kita ingat Juli lalu kita sempat di 57 ribu dan dengan demikian ini adalah ilmu yang diambil dari teknik otomotif yaitu ilmu gas dan rem. Persnelingnya otomatis. Jadi dengan ilmu gas dan rem maka Bapak Presiden mengendalikan perekonomian dan penanganan COVID secara berimbang," sebutnya.

Airlangga melanjutkan, di kuartal kedua perekonomian Indonesia bisa digas karena kasus COVID-18 turun. "Namun pada saat COVID meningkat di Juli saat diinjak rem maka pertumbuhannya turun di 3,5%," katanya.

"Dan memang yang membuat ekonomi maju dan mundur atau direm itu the wheel on the move. Pada saat mobility-nya direm maka perkeonomian akan melambat. Tetapi ini at the cost of kesehatan. Ini memang perlu dan wajib dilakukan dan hasilnya di kuartal keempat Insya Allah COVID melandai. Namun kita harus tetap jaga kapasitas dari kesehatan kita," sebutnya.

Lanjut Airlangga, dilihat dari sisi industri juga lebih baik. Karena, angka PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur di bulan Oktober tertinggi, mencapai 57,2%.

"Sehingga tentu dengan angka ini kita optimis bahwa di kuartal keempat kita mencapai pertumbuhan di atas 5 (persen) sehingga secara year on year pertumbuhan kita adalah 4%," sebutnya.

(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT