Bongkar Rahasia Mengapa Truk-truk di Kanada Punya Moncong Panjang

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 26 Okt 2021 14:36 WIB
Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di Kanada
Foto: Dok. Bagus Ananda Putra. Truk-truk di Kanada memiliki moncong panjang (long nose).
Jakarta -

Truk-truk trailer yang beroperasi di Kanada memiliki ciri khas unik, berupa moncong yang panjang. Hal itu sangat jauh berbeda dengan truk-truk yang ada di Indonesia, yang tidak memiliki moncong atau pesek (flat nose). Apa ya yang membuat truk-truk di Kanada punya hidung panjang?

Dijelaskan warga Indonesia yang sudah 9 tahun bekerja sebagai sopir truk di Kanada, Bagus Ananda Putra, truk-truk di Kanada memang didesain seperti itu, memiliki hidung panjang. Alasannya, aturan di Kanada soal panjang kendaraan, lebih fleksibel dibanding negara-negara di Eropa atau Indonesia.

"Semua truk di sini pakai hidung panjang atau long nose. Kalau di Indonesia kan flat nose," ungkap Bagus kepada detikOto melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Gaji sopir truk trailer di Kanada bisa mencapai Rp 1,7 miliar per tahunTruk di Kanada memiliki hidung panjang Foto: Tangkapan layar YouTube Supir Truk CANADA

Menurut Bagus, truk-truk di kawasan Amerika Utara, seperti Kanada, didesain memiliki long nose. Ada dua alasan yang mendasari penerapan kebijakan tersebut di kawasan ini, yaitu terkait dengan ketentuan panjang kendaraan dan juga terkait faktor safety.

"Pertama, karena aturan panjang kendaraan di sini itu agak lebih daripada aturan di Eropa. Di Eropa kenapa dia pakai flat nose, karena aturan panjang kendaraan mereka tidak lebih dari berapa kaki gitu. Di sini (Kanada) pakai long nose karena kita punya aturan panjang kendaraan lebih dari aturan di Eropa," sambung Bagus.

"Kemudian untuk alasan keamanan. Jadi kalau kita nabrak, ya long nose truk kita yang beradu sebelum menyentuh tubuh pengemudi. Kalau di Indonesia yang saya tahu semua truk pakai flat nose, jadi ketika terjadi kecelakaan, kaca depan langsung kena, dan kontak dengan pengemudi," jelas Bagus.

Kisah orang Indonesia jadi sopir truk di KanadaTruk di Kanada memiliki hidung panjang Foto: Dok. Bagus Ananda Putra

Di samping itu, dengan konsep long nose, kabin truk juga jadi lebih nyaman lantaran posisi mesin berada di depan, bukan di bawah jok seperti truk-truk dengan konsep flat nose.

"Jadi lebih nyaman, nggak ada goyangan berlebih, nggak ada hawa panas di kaki," bilang pria yang menikahi perempuan lokal Kanada itu.

Meski banyak keunggulannya, di sisi lain truk long nose juga memiliki kekurangan. "Misal kalau parkir jadi agak susah, jadi kita harus lebih berhati-hati supaya tidak nabrak. Karena long nose ini space-nya harus lebih banyak. Selain itu, blind spot juga lebih banyak, terutama di area long nose-nya," jelas Bagus.

Lihat juga video 'Kisah Hidup WNI di Kanada, Jadi Sopir Truk Bergaji Rp 30 Juta Per Minggu':

[Gambas:Video 20detik]



(lua/din)