Era Mobil Listrik Makin Dekat, Produsen Knalpot, Oli, dkk Bakal Ketar-ketir?

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 17 Okt 2021 11:25 WIB
Mobil Honda Listrik di China
Era mobil listrik semakin dekat, gimana nasib produsen pembuat komponen? Foto: Dok. Honda China
Jakarta -

Mobil listrik memiliki komponen lebih sedikit bila dibandingkan mobil bermesin pembakaran dalam (ICE). Jika mobil listrik makin ramai digunakan, maka yang dikhawatirkan akan berdampak ke penjualan komponen yang tidak dibutuhkan mobil listrik seperti knalpot dan oli. Bagaimanakah tanggapan produsen?

Indonesia memasuki era kendaraan listrik. Beberapa produsen otomotif seperti Hyundai, Nissan, Lexus, dan DFSK sudah memasarkan produk mobil listrik mereka di Tanah Air. Jika mobil listrik sudah jadi pilihan utama, maka mobil bermesin pembakaran dalam akan semakin sedikit yang menggunakan. Hal ini pun bakal berpengaruh kepada industri komponen seperti produsen knalpot dan oli. Mereka terancam gulung tikar karena tidak lagi dibutuhkan.

Seperti dijelaskan Ketua Umum Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIIAM), Hamdhani Dzulkarnaen Salim, saat ini sudah mulai ada industri yang bakal terdampak kehadiran tren elektrifikasi kendaraan di dunia. Industri pembuat komponen ini bisa dianggap membuat sparepart yang nantinya tidak akan diserap oleh industri kendaraan ramah lingkungan. Tapi di sisi lain, masih ada produsen pembuat komponen yang bisa beradaptasi.

"Bahwa dari jumlah anggota kami, asosiasi, itu 28% langsung terdampak atau dia saat ini membuat komponen untuk engine yang nantinya tidak ada. Tapi sisanya 19% itu mereka harus me-redesign (desain ulang) ataupun melihat ulang dan masih ada possibility (kemungkinan) (produk mereka) tetap akan dipakai," kata Hamdani, dalam webinar Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi, belum lama ini.

Kendati bakal terdampak kehadiran mobil listrik, Hamdhani meyakini bahwa hal itu juga bisa menjadi peluang bagi industri pembuat komponen kendaraan pembakaran dalam untuk beralih membuat komponen kendaraan listrik.

"Dengan hilangnya engine, kemudian oil supply, kemudian exhaust valve, dan sebagainya, tentunya hal ini menimbulkan opportunity (peluang) baru, yaitu komponen-komponen baru. Ada battery pack, ada inverter, kemudian electro motors, kemudian DC converter, kemudian ada juga charging station, dan sebagainya. Semua itu adalah hal-hal baru yang tentunya kami anggap sebagai peluang baru," jelas Hamdhani.

"Kemudian ada juga anggota-anggota kami yang masih optimis, karena masih membuat komponen yang tentunya masih akan dipakai, walaupun harus didesain ulang. Misalnya brake, di mana dengan adanya electro motor itu akan ada fungsi yang berbeda, bukan engine brake lagi. Kemudian juga ada electronic yang tentunya akan berubah," terang Hamdhani.

(lua/riar)