Riset ITB: Orang Kepincut Beli Mobil Listrik Bukan Karena Ramah Lingkungan

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 16 Okt 2021 11:23 WIB
KIA EV6 GT
Konsumen beli mobil listrik bukan karena alasan ramah lingkungan. Foto: Istimewa
Jakarta -

Mobil listrik menawarkan efisiensi tinggi dan perawatan yang murah karena lebih sedikit komponen yang digunakan. Namun berdasarkan riset, ternyata bukanlah dua hal tersebut yang jadi pertimbangan utama konsumen dalam membeli mobil listrik. Lalu apa ya faktor utamanya?

Seperti diungkapkan akademisi dan pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, segmen konsumen yang nanti bakal menjadi pembeli utama mobil listrik adalah para generasi muda, khususnya kalangan milenial dan generasi alpha.

Menurut Yannes, nilai jual utama mobil listrik di mata mereka bukanlah konstruksi mesin dan rendahnya emisi yang ditawarkan, melainkan sisi teknologi yang menjadi daya tarik mereka.

"Sekarang ini hasil riset-riset kami menunjukkan bahwa mayoritas (orang) tuh tertarik dari kendaraan listrik itu karena interface-nya bernuansa high-tech (berteknologi tinggi)," kata Yanes dalam webinar Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi, Jumat (15/10/2021).

"Ini ada problem di masyarakat bahwa pengkomunikasian dan mungkin pembangunan value bahwa tentang lingkungan yang green dan sebagainya, itu belum sampai ke masyarakat, apalagi ke generasi Z, terutama nanti generasi selanjutnya yang tumbuh di 2045, generasi alpha," sambung Yannes.

Mobil listrik KIA EV6Mobil listrik menawarkan kecanggihan teknologi antar-muka (interface) Foto: KIA

Lanjut Yannes menambahkan, masyarakat juga disebut belum mengenal baik prinsip terkait karakter pemakaian seputar Battery Electric Vehicle (BEV).

"Mereka nggak tertarik mesinnya seperti apa, bahwa dia drive train-nya, bahwa dia ada battery management system-nya, dan sistem baterai lithium-ion yang sangat sensitif dan sebagainya. Mereka nggak care (peduli). Dan itu seperti halnya juga generasi sekarang nggak care lagi bahwa motor bakar (ICE) itu punya busi dan sebagainya, karena dengan sistem services yang ada sekarang, mereka langsung bawa ke bengkel atau dealer-dealer. Jadi mereka terima pakai, beres aja," jelas Yannes.Yannes.

Tonton juga video icip-icip Subway yang baru buka lagi di Indonesia berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(lua/lth)