Uniknya Bus Single Glass PO SAN Buatan Laksana, Pakai Sasis Langka

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 21 Sep 2021 10:07 WIB
Bus single glass Laksana Legacy SR2 Panorama yang akan digunakan PO SAN
Foto: Dok. Laksana. Bus single glass Laksana Legacy SR2 Panorama yang akan digunakan PO SAN.
Jakarta -

PO (Siliwangi Antar Nusa) merilis dua unit bus baru single glass buatan karoseri Laksana. Bus ini tidak bisa dibilang baru seutuhnya, karena sasisnya pakai model lama yang sudah pernah dipakai sebelumnya. Yang unik, sasis bus ini cukup langka di Indonesia karena jarang yang menggunakan dan tidak dijual di sini. Apa ya model sasisnya?

Dikatakan Direktur Utama PO SAN, Kurnia Lesani Adnan, dua bus baru single glass tipe Legacy SR2 Panorama yang digunakan PO SAN sama-sama pakai sasis bus asal China, Golden Dragon. Sasis bus ini sebelumnya sudah digunakan selama 9 tahun dan sudah teruji keandalannya di jalur lintas Sumatra. Tidak hanya itu, sasis ini juga diklaim memiliki beberapa keunggulan, sehingga masih relevan digunakan saat ini.

"Kita nggak usah bahas ini produk mana, secara spesifikasi engine-nya 300 hp. Suspensinya wide suspension. Sasisnya pakai semi monocoque, artinya sudah space frame, bagasi luas. Keempat, dia sudah ada brake retarder. Kelima, sudah ada ABS. Jadi sebenarnya dari sisi power, sisi safety, dari sisi kenyamanan comfortable, sasis ini sudah ada," kata Sani, seperti dilihat detikOto dalam tayangan video di YouTube Perpalz TV, Senin (20/9/2021).

Menurut Sani, bus Golden Dragon tersebut dipesan secara khusus oleh SAN, sehingga secara spesifikasi bisa mendapatkan fitur-fitur unggulan seperti suspensi jenis wide suspension. Kendati demikian, Sani mengatakan jika bus buatan China ini punya kekurangan, seperti handling yang tak senyaman bus-bus buatan Eropa.

"Kalau bicara pengemudi, handling, tetap yang namanya istilah orang tua kita 'ono rupo ono rego' (ada barang ada harga) itu kepakai. Jadi kalau dibilang, nyaman banget, ya ini nggak terlalu. Masih di bawah. Karena kalau kita samain sama brand Eropa,, mereka jauh lebih sempurna. Namun (Golden Dragon) ini tidak kalah bagus. Buktinya 9 tahun masih beroperasi dengan baik. Kita ganti bodi, ganteng lagi," sambung Sani.

"Terus terang, selama ini kalau kita bicara Golden Dragon, yang menjadi handicap dan menjadi perhatian khusus itu under carriage (kaki-kaki). Tapi itu tadi, saya tidak bilang produk ini jelek. (Karena) jalan yang dilalui PO SAN kan banyak tikungannya, ya berlubang, bahu jalannya jatuhnya dalam. Jadi kaki-kaki bekerja lebih keras. Kalau engine, 9 tahun unit ini baru sekali overhaul," kata Sani.

(lua/riar)