Pindah dari Bus Konvensional ke Bus Listrik, Sopir Perlu Latihan Lagi

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 04 Agu 2021 18:26 WIB
Bus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta
Pindah dari bus konvensional ke bus listrik, pengemudi perlu latihan lagi. Foto: Higer Maju Indonesia (HMI)
Jakarta -

Meski fungsinya sama, yakni untuk mengangkut orang, bus konvensional bermesin pembakaran dalam dengan bus listrik punya pendekatan yang berbeda, terutama dari cara mengemudi. Oleh sebab itu, pengemudi yang akan mengendarai bus listrik perlu melakukan pelatihan lagi.

Seperti diungkapkan Direktur PT Mayasari Bakti, Akhmad Zulkifli bus konvensional dan bus listrik memiliki karakter yang berbeda, sehingga para pengemudi perlu mendapat pengarahan lagi.

"Memang secara substansi sama, cuma kan perlu ada pelatihan khusus. Karena bus listrik ini kan seluruh penggeraknya dari motor/listrik, kalau di bus yang biasanya kan masih ada engine-nya atau mesinnya, ada persneling-nya," kata Zulkifli, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Rabu (4/8/2021).

Mayasari Bakti bermitra dengan Transjakarta untuk pengadaan bus listrikMayasari Bakti bermitra dengan Transjakarta untuk pengadaan bus listrik Foto: Dok. Mayasari Bakti

Secara feel berkendara, semua kendaraan listrik memang menawarkan rasa berkendara berbeda dari kendaraan konvensional. Dari segi torsi misalnya, bus listrik memiliki torsi yang instan, sehingga akselerasinya lebih cepat.

Kemudian dari segi kebisingan, kendaraan listrik juga menawarkan tingkat kesenyapan maksimal. Bahkan saking senyapnya, terkadang pengguna jalan lain tidak menyadari keberadaan kendaraan ramah lingkungan ini. Sehingga pengemudi juga perlu membiasakan diri dan beradaptasi lagi.

Sebagai informasi, PO Mayasari Bakti menjadi salah satu operator swasta yang menjalin kemitraan dengan PT TransJakarta (TransJakarta) untuk pengadaan bus listrik.

PO Mayasari Bakti siap menyuplai kebutuhan bus listrik untuk operasional armada TransJakarta. Tahun ini, Mayasari Bakti memastikan menyediakan 30 unit bus listrik BYD tipe K9 untuk perusahaan transportasi bus kota milik Pemprov DKI Jakarta itu.

Dikatakan Zulkifli, bus listrik Mayasari Bakti dikontrak selama 10 tahun oleh PT TransJakarta. "Kita ikut berkontribusi, ikut berpartisipasi untuk meramaikan khasanah per-bus listrik-an di Jakarta. Kira-kira sebulan dua bulan lagi (September-Oktober) bus listrik kami bisa mengaspal. Tinggal menunggu KIR, STNK, terus Kartu Pengawasan, terus kontrak (dengan TransJakarta), dan perekrutan pengemudi," tukasnya.

(lua/din)