Keuntungan Bayar Tol Tanpa Setop

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 29 Jul 2021 17:06 WIB
Kendaraan dari Jakarta mengarah ke Merak terpantau padat merayap saat melewati di Gerbang Tol Cikupa, Banten, Kamis (5/5/2021). Kondisi ini bertepatan dengan Hari pertama pembatasan kendaraan mudik 2021.
Ke depan akan ada sistem bayar tol tanpa berhenti. Ini keuntungannya. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indonesia akan menerapkan sistem transaksi tol tanpa harus berhenti. Sistem bayar tol tanpa setop itu disebut sebagai multi lane free flow (MLFF).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, diharapkan sistem transaksi nirsentuh ini akan tersebar di jaringan jalan tol Indonesia pada 2023. Sementara tahap pertama teknologi MLFF akan diterapkan di 40 ruas tol yang tersebar di Pulau Jawa-Bali pada 2022.

"Pada saat itu tidak akan ada lagi Gardu Tol karena pengguna jalan tol akan terhubung dengan satelit untuk proses pembayaran penggunaan Jalan Tol," jelas Basuki di acara Promoting Intelligent Toll Road System in Indonesia, Kamis (29/7/2021).

Perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd ditetapkan sebagai pemenang tender sistem transaksi tol tanpa setop. Emil Iskandar, Chief Business Development PT Roatex Indonesia Toll System, menjelaskan ada beberapa keuntungan menggunakan sistem pembayaran tol tanpa berhenti tersebut.

"Secara keuntungan, baik untuk pengguna maupun untuk pengelola jalan tol, tidak ada kemacetan lagi di gerbang tol," kata Emil dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, secara proses transaksi nanti tidak akan ada gerbang tol lagi. Sebagai gantinya, ada semacam virtual barrier yang meng-capture kendaraan untuk pembayaran transaksi tol.

"MLFF dalam hal ini tidak ada barrier lagi di gerbang ketika pengguna melakukan transaksi. Kemudian juga nanti pastinya dengan tidak adanya barrier, otomatis gerbang-gerbang tol nanti akan fungsinya digantikan oleh gantry," ucap Emil.

Gantry atau semacam portal tinggi berkaki tegak itu fungsinya sebagai enforcement data capture. Maksudnya, setiap kendaraan yang melintas pada ruas jalan tol dengan sistem MLFF itu akan di-capture datanya kemudian data pengguna akan diproses di sistem, dari sistem pusat ditentukan apakah pengguna tersebut telah melakukan pembayaran atau tidak. Alat ini dilengkapi dengan kamera, dan perangkat lunak sehingga bisa mengidentifikasi data kendaraan yang lewat.

Karena tidak ada lagi gerbang tol, nantinya lalu lintas akan lebih lancar. Pada akhirnya, penggunaan sistem bayar tol tanpa berhenti akan menghemat waktu yang cukup banyak.

"Karena dari penelitian secara kualitatif yang kita lakukan sebenarnya kemacetan mengurangi kualitas hidup dari orang-orang yang ada di kota besar. Karena mereka banyak menghabiskan waktunya di jalan. Jadi dari quality of life akan tertata lebih baik (jika ada sistem MLFF). Kemudian saving energy (lebih irit bahan bakar), dan centralized toll road traffic monitoring system. Sistem ini kita buat untuk pemerintah agar pemerintah dapat melakukan monitoring transaksi atau data lalu lintas terkait pemakaian jalan tol secara realtime juga," jelas Emil.

Ada beberapa aspek yang dipertimbangkan untuk mengembangkan sistem MLFF. Dari sisi pengguna, Emil mengatakan pihaknya harus menciptakan sistem yang mudah untuk digunakan. "Dan pastinya secara kenyamanan ketika pengguna jalan melintas ruas tol, pengguna akan lewat tanpa adanya barrier seperti sekarang," katanya.

"Dari sisi operator kita akan provide suatu sistem atau solusi yang dapat memonitor transaksi secara retaltime. Kita akan provide dengan dashboard yang juga dalam dashboard itu memuat data-data atau kebutuhan dari toll road operator. Transaksi akan disajikan secara transparan dan mudah untuk dimonitor," ucapnya.



Simak Video "Pengguna Jalan Tol Bisa Kena Denda, Bisa Juga Tuntut Balik Pengelola"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)