Punya Selera Berbeda, Ini Spesifikasi Bus Buatan Indonesia yang Diekspor

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 19 Jul 2021 20:39 WIB
Legacy SR2 Double Decker
Bus tingkat Laksana Legacy SR2 Double Decker. Foto: Laksana
Jakarta -

Bus buatan Indonesia cukup diminati pasar luar negeri. Dan karena selera dan kebutuhan pasar ekspor berbeda-beda, maka spesifikasinya pun tidak sama dengan bus yang dijual di Indonesia.

Ambil contoh karoseri Laksana yang sudah memasarkan lebih dari 200 unit bus ke mancanegara sejak 2009 lalu, mengekspor bus dengan spesifikasi yang berbeda. Perbedaan ini terletak dari dimensi bus dan desain interior bus, sementara untuk bentuk bodi secara umum mirip dengan model di Indonesia.

Misalnya pada 2019 lalu, Laksana mengekspor 4 jenis bus high decker berjenis Legacy SR2 XHD Prime ke Bangladesh. Menurut Technical Head Manager Laksana, Stefan Arman, unit Legacy SR2 XHD Prime yang dijual ke pasar Bangladesh memiliki spek kurang lebih sama dengan unit yang dijual di Indonesia.

Legacy SR2 Double DeckerLegacy SR2 Double Decker yang diekspor ke Bangladesh Foto: Laksana

"Secara model desain eksterior dan interior, sekilas sama (dengan yang dijual di Indonesia)," kata Stefan kepada wartawan, di arena JI Expo, Kemayoran, Jakarta, waktu itu.

Meski terlihat sama, menurut Stefan ada sejumlah detail yang dibedakan sesuai permintaan. Yakni terkait dimensi dan juga desain bodi. "Dari dimensi, di Indonesia bus tipe ini panjang sekitar 13 meter kalau di Bangladesh bisa sampai Rp 13,5 meter, sesuai request mereka," lanjut Stefan.

Perbedaan lain ada di sektor bodi, di mana bus Laksana yang diekspor ke Bangladesh tidak terdapat pintu di bagian belakang atau bagian tengah. Jadi pintunya hanya ada di bagian depan saja.

Legacy SR2 Double DeckerLegacy SR2 Double Decker yang diekspor ke Bangladesh Foto: Laksana

Sementara untuk sasis dan engine juga sedikit berbeda, di mana unit Bangladesh menggunakan sasis Scania dengan kode K360iB, yang diklaim punya tenaga maksimal 360 dk di 1.900 rpm dan torsi 1.750 Nm di 1.350 rpm.

Selain bus jenis high decker, Laksana juga mengekspor bus tingkat atau bus double decker ke Bangladesh sebanyak 10 buah pada 2020 lalu. Bus tingkat yang dikirim melalui jalur laut tersebut memiliki spek yang menyesuaikan kebutuhan dan permintaan dari negara importir.

Secara dimensi, bus tingkat Laksana yang diekspor ke Bangladesh memiliki panjang 14,4 meter, tinggi 4,1 meter, dan lebar 2,5 meter. Unit ekspor ini lebih panjang hampir satu meter dari Legacy SR2 Double Decker yang dijual di Indonesia.

Bodi tersebut lantas dipasangkan dengan sasis premium Scania K410EB 6x2. Mesin itu punya kapasitas mesin 13.000 cc, 6-cylinder in-line, turbocharged, dengan tenaga maksimum hingga 301 kW (410 dk) pada 1.900 rpm dan torsi puncak di 2.000 Nm pada 1.000-1.350 rpm.

Bertempat di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, hari ini, Kamis (21/3/2019) resmi melepas ekspor perdana bus eksekutif CV Laksana ke Bangladesh.Bertempat di area JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, hari ini, Kamis (21/3/2019) resmi melepas ekspor perdana bus eksekutif CV Laksana ke Bangladesh. Foto: Luthfi Anshori

"Kemudian untuk jumlah seat-nya 45, dengan konfigurasi 2-1, dan 1 Premiere Seat (sleeper)," kata Brand & Marketing Communication Manager Laksana, Candra Dewi, kepada detikOto, belum lama ini.

Lanjut ke bagian interior bus tingkat ini ada fitur lega light ambience cabin, entertainment TV, refrigerator for bus, aluminium luggage body, dan defroster system, reverse camera, pneumatic door system, AC with heater system, serta spacious luggage.

Bus tingkat Laksana pesanan Bangladesh ini memiliki posisi penempatan pintu yang agak berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan unit bus tingkat Indonesia. Unit Legacy SR2 Double Decker versi ekspor ini konfigurasi pintunya berdekatan, di mana pintu akses penumpang di bawah, letaknya tepat di belakang ban depan. Sementara untuk penumpang kabin atas, aksesnya melalui pintu depan, di mana di situ terletak tangga.

Konfigurasi joknya pun unik, karena menggunakan konfigurasi 2-1 yang sangat jarang ditemui di Indonesia. Seat-nya dibuat lebar, dengan finishing warna biru dan sudah dilengkapi sandaran kaki dan sandaran lengan untuk kenyamanan penumpang.

(lua/din)