Keluh Kesah PO Bus Saat PPKM Darurat: Belum Divaksin, Penumpang Sedikit

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 13 Jul 2021 12:24 WIB
Bus tronton PO SAN buatan karoseri Laksana
Keluh kesah PO Bus saat PPKM darurat, banyak kru belum dapat vaksin. Foto: Laksana
Jakarta -

Kebijakan pemerintah mengenai PPKM darurat di sejumlah wilayah memberikan dampak besar bagi PO Bus. Ditambah lagi, pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai membuat kondisi PO Bus makin sulit.

PPKM darurat sendiri telah berlangsung lebih dari seminggu terhitung sejak 3 Juli dan berakhir pada 20 Juli 2021. Peraturan ini menyebabkan pembatasan mobilitas di sejumlah daerah guna menekan angka penyebaran COVID-19.

Ternyata hal ini berdampak besar bagi PO bus yang beroperasi. Di masa pandemi ini, sejumlah PO mengalami penurunan penumpang dan kesulitan untuk bisa bangkit. Lalu, berlakunya aturan PPKM darurat ini membuat PO bus makin kesusahan.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, mengaku ada sejumlah keluhan yang dialami oleh PO Bus selama PPKM darurat. Salah satunya adalah sopir dan kru PO Bus yang sulit mendapatkan vaksin.

"Kendala yang kami rasakan sampai hari ini adalah vaksinasi untuk seluruh awak bus masih terasa sulit," kata Sani saat dihubungi detikOto, Senin (12/7/2021).

Pria yang akrab disapa Sani ini mengatakan, sejumlah terminal bus yang menyediakan vaksinasi kuotanya masih sangat terbatas. Hal ini yang menyebabkan masih banyak kru tidak kebagian vaksin.

"Contoh di kota Solo, kami PO SAN mencoba menghubungi Korstapel (Koordinator Satuan Pelayanan) terminal Tirtonadi, tapi di sana hanya ada kuota untuk 50 orang saja," ungkapnya.

Selain itu, jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi bus semakin menurun. Sani mengatakan, penurunan ini diakibatkan banyak masyarakat yang takut bepergian karena aturan perjalanan dari pemerintah.

"Bukan lagi penurunan, masyarakat juga takut dengan sejumlah persyaratan perjalanan dari pemerintah. Bahkan okupansi kami drop sampai 90 persen, terutama untuk pelayanan trayek yang menyeberang pulau Jawa," ujar Sani.

Dia menjelaskan, sudah tidak ada opsi lain dalam masa PPKM darurat ini selain memberhentikan operasional. Meski belum terasa dampaknya saat ini, tapi dalam waktu yang akan datang baru terasa efeknya.

"Cara kami bertahan adalah dengan menyetop operasi, sampai saat ini belum berdampak secara finansial, tapi dampaknya akan timbul di bulan berikutnya seperti adanya jatuh tempo kewajiban angsuran dan pembayaran vendor spare part," pungkasnya.



Simak Video "Catat! Ini Kapasitas Maksimal Mobil Pribadi Selama Masa PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)