PPKM Darurat Jalan 5 Hari, tapi Keluar-Masuk Jakarta Masih Banyak Banget

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 08 Jul 2021 17:33 WIB
Sejumlah kendaraan antre melewati penyekatan di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021). Kepadatan tersebut terjadi dikarenakan banyak kendaraan yang tidak dapat melintas dari Depok menuju Jakarta akibat penyekatan PPKM Darurat di jalan tersebut. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.
Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA. Sejumlah kendaraan antre melewati penyekatan di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021).
Jakarta -

Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Dengan adanya PPKM darurat, berbagai aktivitas masyarakat dibatasi. Untuk sektor non-esensial diberlakukan work from home (WFH) 100%.

Namun nyatanya, masih banyak masyarakat yang melakukan mobilitas. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Di hari ke-5 pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas masyarakat di Jabodetabek dan di Jakarta masih relatif tinggi dilihat dari persentase penurunan mobilitas yang belum signifikan atau masih di bawah 30 persen dibandingkan masa sebelum PPKM Darurat," kata Budi dalam pernyataan tertulisnya.

Misalnya, pada 5-6 Juli 2021, pergerakan penumpang KRL Jabodetabek hanya turun 21-25 persen atau sekitar 237 ribu hingga 267 ribu penumpang per hari, dibandingkan dengan seminggu sebelum masa PPKM Darurat atau sekitar 319 ribu hingga 330 ribu penumpang per hari.

Pergerakan penumpang di moda transportasi darat pun cuma mengalami penurunan sedikit. Untuk pergerakan penumpang di 31 terminal Tipe A di masa PPKM Darurat mengalami penurunan sekitar 31,5 persen atau sekitar 30 ribu penumpang per hari, dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai sekitar 53 ribu penumpang per hari. Sementara, pada angkutan penyeberangan pergerakan penumpang mengalami penurunan sekitar 19 persen atau sekitar 35 ribu penumpang per hari, dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai sekitar 46 ribu penumpang per hari.

Untuk pergerakan kendaraan di empat Gerbang Tol Utama yaitu: Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat pergerakan kendaraan yang masuk Jabodetabek hanya mengalami penurunan 28 persen atau sekitar 87 ribu kendaraan per hari. Pada masa sebelum PPKM Darurat mencapai 120 ribu kendaraan per hari. Sedangkan, pergerakan kendaraan yang keluar Jabodetabek cuma mengalami penurunan 16 persen atau sekitar 99 ribu kendaraan per hari, dibandingkan dengan masa sebelum PPKM Darurat yang mencapai 117 ribu kendaraan per hari.

"Ada arahan dari Bapak Presiden melalui Pak Menkomarves bahwa untuk menurunkan angka kasus harian Covid-19 di Indonesia, diperlukan penurunan tingkat mobilitas masyarakat sekitar 30 sampai 50 persen. Untuk itu kita perlu melakukan upaya yang lebih, agar ke depannya jumlah pergerakan masyarakat bisa lebih menurun lagi," ucap Menhub.

Budi Karya Sumadi memberikan instruksi kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat dan Perkeretaapian untuk mempersiapkan Surat Edaran baru untuk lebih memperketat syarat perjalanan. Salah satu persyaratan pergerakan penumpang adalah dengan menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta.



Simak Video "Catat! Ini Kapasitas Maksimal Mobil Pribadi Selama Masa PPKM Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)