Terpopuler Kemarin

Modifikasi Mio ala Street Cub, Penantang Avanza yang Murah Banget!

team DetikOto - detikOto
Rabu, 30 Jun 2021 10:57 WIB
Wuling New Confero
New Wuling Confero si penantang Avanza yang murah meriah (Wuling Motors)

2. Alasan Pengemudi Bus Ogah Matikan Mesin saat Mengisi Solar

Detikers pasti tahu, banyak perilaku sopir bus yang enggan mematikan mesin saat melakukan pengisian solar. Tapi tahu tidak apa alasannya?

Dijelaskan Head of Bus Product & Sales, Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Adri Budiman, perilaku tersebut memang seperti menjadi kebiasaan umum bagi pengemudi bus, khususnya bus yang sudah dilengkapi dengan sistem pendingin AC.

"Hal ini kembali lagi kepada kebiasaan dan perilaku dari pengemudi bus, di mana beberapa pengemudi bus seringkali tidak mematikan mesin saat mengisi bahan bakar, dengan tujuan supaya kabin tetap sejuk dan penumpang tetap nyaman," kata Adri, dalam keterangan tertulisnya kepada detikOto.

Meski tujuannya untuk kenyamanan penumpang, Adri mengimbau agar perilaku tersebut tidak lakukan, karena bisa menjadi pemicu kebakaran dan ujung-ujungnya bisa merugikan orang lain di sekitarnya.

"Setiap tempat pengisian bahan bakar seperti SPBU memiliki standar atau aturan yang perlu ditaati oleh setiap orang yang ingin mengisi bahan bakar kendaraannya. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan para pengunjung. Kami tetap terus mengimbau bagi para pengemudi bus untuk mematikan mesin saat mengisi bahan bakar di SPBU demi memastikan keselamatan penumpang," saran Adri.

Tren elektrifikasi tak hanya hinggap di mobil penumpang, kendaraan komersial seperti truk juga sudah menggunakan hybrid. Salah satunya Hino Dutro Hybrid ini.Tren elektrifikasi tak hanya hinggap di mobil penumpang, kendaraan komersial seperti truk juga sudah menggunakan hybrid. Salah satunya Hino Dutro Hybrid ini. Foto: Ari Saputra

Soal kebiasaan pengemudi bus tidak mematikan mesin, biasanya juga dilakukan di rest area. Tujuannya sama, yakni agar AC bisa tetap nyala dan membuat penumpang kabin bus tetap nyaman, tidak kegerahan. Selain itu, mesin sengaja tidak dimatikan karena mesin diesel turbo dinilai sensitif jika harus sering diaktifkan atau dinonaktifkan.

Sebelumnya, Hino Indonesia juga pernah menjelaskan alasan sopir bus tidak mematikan mesin saat berhenti di rest area. Namun ada beberapa hal yang perlu diluruskan agar tidak menimbulkan salah persepsi bagi para pembaca. Berikut penjelasannya.

1. Memang bus diesel saat ini menggunakan turbo, jadi yang sebenarnya harus diperhatikan adalah saat (proses) menyalakan dan mematikan mesin. Saat menyalakan mesin, jangan langsung digas. Jadi tunggu 2-3 menit untuk idle (langsam), begitu juga saat mematikan (mesin), posisikan idle selama 5 menit, baru kemudian dimatikan. Ini agar turbo terlumasi dengan baik, sehingga turbo tidak rusak.

2. Mesin diesel butuh suhu kerja mesin tertentu, jadi memang harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dioperasikan.

3. Sebenarnya ini alasan utamanya untuk bus (dengan) AC. Jadi mesin harus tetap nyala saat berhenti, karena bus butuh tenaga listrik untuk AC dan juga mungkin alat elektronik lainnya. Penumpang dalam kabin yang tidak turun harus tetap nyaman dengan sistem pendingin yang berjalan. Dan untuk mendinginkan ruangan bus di daerah tropis, sangat butuh waktu yang agak lama, kisaran 15-20 menit.