Mengenal Hot Seat, Kursi yang Sering Jadi Incaran Utama Penumpang Bus

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 29 Jun 2021 13:57 WIB
PO Haryanto
Hot seat merupakan istilah untuk kursi baris depan bus. Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Di dalam dunia transportasi bus ada yang namanya istilah hot seat. Hot seat ini kerap menjadi incaran utama para penumpang bus, khususnya para bus mania. Memang apa keistimewaannya?

Dijelaskan Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, hot seat merupakan istilah di dunia bus untuk menyebut kursi baris paling depan. Deretan kursi ini terletak persis di belakang driver dan kondektur/kenek bus. Pengecualian pada bus double decker dan UHD (Ultra High Decker), kursi hot seat terletak di dek atas bagian paling depan.

"Jadi hot seat itu baris paling depan. Jadi empat kursi baris depan itu yang dinamakan kursi panas alias hot seat. Biasanya nama kursinya 1 a, 1 b, 1 c, dan 1 d," kata Zaenal, dihubungi detikOto, Selasa (29/6/2021).

Menusut Zaenal, empat kursi tersebut dinamakan hot seat lantaran penumpang bisa menikmati keistimewaan berupa pemandangan sepanjang perjalanan. Memang tak semua penumpang bus suka di baris paling depan, tapi kebanyakan penumpang bus pasti akan mengincar hot seat ini.

"Kenapa itu dinamakan hot seat? Karena kursi paling depan itu memang paling mengasyikkan bagi para bis mania atau penumpang bus yang ingin melihat pemandangan sepanjang perjalanan. Jadi jika dia duduk paling depan, bisa melihat jalanan dan spot menarik lainnya. Cocok banget buat penikmat perjalanan," sambung Zaenal.

Selain hot seat, ada juga posisi tempat duduk lain yang bisa memanjakan mata penumpang bus, kursi tersebut terletak di samping kursi kondektur dan kursi di samping. Namun kursi tersebut adalah kursi alternatif, artinya kru bus hanya akan menawarkan kursi tersebut kepada penumpang jika seluruh kursi di dalam bus sudah terisi penuh.

"Terus misalkan kursi bus itu penuh, penumpang akan ditawarkan duduk di kursi c, d, c, b. C, d, c, b itu kursi kenek, sama kursi yang di tengah, di samping supir," tukas Zaenal.

(lua/din)