Bukan di Jawa, Sasis Bus Premium Lebih Dulu Populer di Sulawesi dan Sumatra

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 22 Jun 2021 13:36 WIB
PO Borlindo asal Makassar (Sulawesi) menggunakan sasis bus premium
Foto: Instagram @borlindomj. (PO Borlindo asal Makassar (Sulawesi) menggunakan sasis bus premium.)
Jakarta -

Bus-bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di pulau Jawa mulai banyak menggunakan sasis-sasis premium buatan Mercedes-Benz, Scania, maupun Volvo. Tapi tahukah kamu? Sasis bus premium sudah lebih dulu populer dan digunakan di luar pulau Jawa, tepatnya di pulau Sumatra dan Sulawesi.

Seperti dijelaskan Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, sebelum ramai digunakan di Jawa, sasis premium sudah lebih dulu digunakan untuk trayek Medan-Aceh. Trayek ini bisa digunakan bus-bus premium bermesin besar lantaran infrastrukturnya sudah mendukung.

Bus double decker Medan-AcehBus double decker Medan-Aceh PO Sempati Star Foto: fxmuchtar/dTraveler

"Di Sumatra, Medan-Aceh itu lebih awal (pakai sasis bus premium). Kalau di sana jalurnya memang beda, lebih bagus dari (misalnya jalur) Pekanbaru ke sini (Jawa)," kata Zaenal, kepada detikOto, belum lama ini.

Lanjut Zaenal menjelaskan, di wilayah Sumatra, sasis premium yang banyak digunakan oleh Perusahaan Otobus adalah Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 juga ada Mercedes-Benz O 500 RS 1836 yang menggunakan dua poros roda. Selain Mercy, beberapa PO juga sudah mulai menggunakan sasis Scania tipe K410iB seperti yang digunakan oleh PO SAN.

Nah, berbeda dengan bus-bus di Sumatra, bus di Sulawesi justru lebih banyak menggunakan sasis Scania K410 dan Volvo, terutama Volvo B11R yang baru dirilis di Indonesia tahun 2019 lalu.

PO Borlindo asal Makassar (Sulawesi) menggunakan sasis bus premiumPO Borlindo asal Makassar (Sulawesi) menggunakan sasis bus premium Foto: Instagram @borlindomj

"Di Makassar busnya kebanyakan pakai sasis premium semua. Contohnya seperti PO Borlindo, Putra Jaya, Primadona. Makassar sama (dengan Sumatra) mereka sudah 'berperang' di segmen premium," bilang Zaenal.

"Pulau Jawa tuh, masih baru banget lah. Kalau di sana (luar Jawa) mah sudah lama. Maka itu market dari APM (atau distributor bus), mereka itu targetnya (dulu daerah-daerah seperti) Medan dan Makassar," tukas Zaenal.

(lua/din)