Wajib Tahu! Ini 3 Kode Sopir Bus ke Penumpang Ketika Ada Copet

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 14 Jun 2021 14:49 WIB
Jakarta -

Copet selalu menjadi momok menakutkan di ruang publik, tidak terkecuali di bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Sedikit saja lengah dalam perjalanan, maka copet bisa menggondol barang berharga kita seperti dompet, handphone, kamera, hingga laptop.

Untungnya para awak bus paham dengan potensi pencurian barang berharga milik penumpangnya. Oleh sebab itu, sopir bus biasanya memiliki kode-kode tertentu untuk memberitahukan kepada para penumpangnya jika ada copet di bus.

Seperti disampaikan Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, ada 3 cara yang akan sopir bus lakukan sebagai bentuk kode kepada penumpang ketika ada copet.

"Jadi pengemudi bus ini biasanya mengetahui copet ada dari kaca spion yang ada di atas. Pertama dia lihat dari gayanya, pasti beda. Terus jika ada gerak-gerik atau gelagat yang mencurigakan, maka dia akan kirim kode kepada penumpang. Apa saja kodenya? Pertama menyetel musik keras-keras, kemudian menyalakan lampu utama kabin, dan ketiga mengendarai bus secara zig-zag, goyang kanan-kiri" cerita Zaenal kepada detikOto melalui sambungan telepon, Senin (14/6/2021).

Menurut Zaenal, tindakan pencopetan tak hanya ada di bus-bus regular atau bus non AC, melainkan juga di bus-bus mewah sekelas bus eksekutif. "Kalau dulu (copet itu ada) di bus-bus tertentu, kalau sekarang nggak pandang itu bus apa. Karena copet zaman sekarang kan mereka beli tiket, bayar, mereka (nyamar) mirip penumpang. Tapi copet di bus sekarang nggak sebanyak dulu sih," sambung Zaenal.

Ciri lain jika penumpang tersebut copet biasanya turun di tengah-tengah perjalanan atau jauh dari tujuan akhir bus AKAP tersebut. Itu dilakukan setelah mereka melancarkan aksi kriminalnya.

"Biasanya dia beli tiket tujuan terjauh tapi turun di tengah jalan dan sebagainya, tapi itu juga sebetulnya agak rancu juga, karena saya dan teman-teman bus mania juga suka kayak gitu. Misal beli tiket Surabaya, tiba-tiba nyampe Jogja turun. Jadi persisnya kurang tahu, tapi kalau kru-kru bus bilangnya seperti itu," terang Zaenal.

Dari berbagai kode yang dilontarkan sopir bus ketika ada copet, paling sering dilakukan adalah membawa mobil secara ugal-ugalan atau dengan cara zig-zag.

"Kadang memang ada yang menyalakan musik keras-keras biar penumpang pada bangun. Tapi yang sering itu bawa bus zig-zag. Dibikin nggak nyaman, biar penumpang bangun atau nggak tidur. Kadang kalau lampu dibikin terang, masih ada penumpang yang angler (pulas) tidur. Karena kan ada orang yang bisa tidur di kondisi lampu terang," katanya lagi.

Lalu bagaimana jika copet tersebut sudah terlanjur melancarkan aksinya dan diketahui oleh sopir atau kru bus?

"Kalau sudah begitu, biasanya sampai rumah makan penumpang nggak ada yang boleh turun dulu. Sopir dan kru akan bertanya, apa ada yang kehilangan atau nggak, langsung di situ copet bisa diketahui. Kalau gerak-geriknya sudah ketahuan sama kru, enak. Cuma (copet) yang sudah eksekusi dan turun di tengah jalan, itu yang susah ditindak," ungkap Zaenal.

(lua/lth)