Produksi Mobil Dalam Negeri Belum Gas Poll Sampai Sekarang, Ini Penyebabnya

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 10 Jun 2021 12:08 WIB
Honda kembali melebarkan jaringan penjualannya di Indonesia. Kali ini, PT HPM menggandeng PT Honda Nusantara MT Haryono untuk membuat diler mewah di Cawang, Jakarta.
Ilustrasi diler Honda Mobil Foto: Honda
Jakarta -

Program relaksasi atau insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) merangsang masyarakat untuk memiliki mobil baru. Terbukti pemesanan mobil baru membludak bahkan para sales promotion mobil pada beberapa dealer mengaku kesulitan memenuhi keinginan konsumen.

Sulitnya unit mobil baru bukan tanpa alasan seperti yang disampaikan Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi kepada detikOto.

"Terus terang kami belum 100 persen balik produksi, karena masih ada kekurangan komponen-komponen yang lagi coba kita penuhi semuanya," kata Nangoi.

Nangoi juga mengatakan saat ini para pelaku industri otomotif tengah menyaring pekerja agar bisa kembali produksi secara penuh.

"Dan juga anda harus melihat program ini kita kerahkan pada bulan Maret-Mei 2021, 3 bulan ini kami tengah merekrut kembali pegawai-pegawai, karena pabrik itu sudah boleh dikata produksinya turun drastis tahun lalu. Sehingga banyak pegawai-pegawai yang sifatnya kontrak atau pegawai-pegawai sistemnya outsourcing saat sudah selesai waktunya tidak diperpanjang, nah sekarang kami lagi mencari lagi," ucap Nangoi.

Tapi tentunya tingginya kasus COVID-19 saat ini, itu kan kebanyakan pegawai-pegawainya dari luar Jakarta, dari luar seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, jadi terus terang masih agak kesulitan (mempekerjakan pegawai baru)," Nangoi menambahkan.

Fasilitas pengetesan mesin (engine test bench) di pabrik PT. HPM, Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/09/2015). Pembangunan fasilitas tersebut sebagai komitmen Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan. Grandyos Zafna/detikcomFasilitas pengetesan mesin (engine test bench) di pabrik PT. HPM, Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/09/2015). Pembangunan fasilitas tersebut sebagai komitmen Honda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi sekaligus mempercepat proses lokalisasi komponen untuk produk-produk Honda di Indonesia. Selain engine test bench HPM juga akan memiliki crankshaft factory yang sedang dalam tahap pembangunan. Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna

Dalam penelurusan detikOto, konsumen Honda harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan unit baru. Bahkan salah satu sales Honda mobil mengatakan kurangnya supply kendaraan Honda menyebabkan beberapa konsumen membatalkan pesanannya.

"Untuk pemesanan Honda CR-V sampai bulan Juli-Agustus (perkiraan unit datang), jika begini terus ini bisa pindah ke tetangga atau brand lain," ungkap seorang sales Honda kepada detikOto.

Sales Honda mobil mengatakan setidaknya ada 20-30 persen pesanan konsumen yang dibatalkan karena terlalu lama mendapatkan unit.

Begitu juga dengan salah satu sales Toyota. Staff penjualan yang menolak disebut namanya itu menjelaskan pada tanggal (29/5/2021) ada puluhan mobil belum dikirim, artinya seharusnya konsumen bisa mendapatkan diskon atau relaksasi pajak PPnBM sebesar 100%, konsumen tersebut bisa dipastikan tidak mendapatkannya.

"Update Promise Delivery per 29/05/2021, untuk Toyota Rush Oktober-November (all type), Toyota Avanza G MT pada Juni-Juli 2021, Toyota Avanza G AT dan Veloz 1.5 pada Juli-Agustus 2021, Toyota Yaris S MT dan S AT pada Juli-Agustus, Toyota Sienta Q AT dan V AT pada Mei-Juni 2021. Toyota Vios G AT pada Agustus- September, Toyota Fortuner VRZ dan VRZ TRD pada November-Desember," bebernya.



Simak Video "KuTips: Cara Cermat Berburu Mobil Baru saat Diskon PPnBM"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)