Hino, Scania, Mercy, Volvo: Mana yang Paling Nyaman untuk Penumpang Bus?

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 06 Jun 2021 06:57 WIB
Perusahaan Otobus (PO) Putera Mulya baru saja meluncurkan layanan Bus Trans Jawa, di Pulogebang Jakarta Timur, Kamis (14/2). Bus ini mampu melaju 120 km/jam di jalan Tol.
Armada bus tingkat PO Putera Mulya yang menggunakan sasis Scania. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Berkembangnya infrastruktur jalan tol di Indonesia turut berpengaruh ke dunia transportasi bus. Saat ini armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang ada di Indonesia diisi beragam merek sasis, dari Hino, Mercedes-Benz, Scania, hingga Volvo.

Dari sekian merek sasis dan mesin bus tersebut, manakah yang paling nyaman untuk penumpang bus AKAP di Indonesia?

Dikatakan Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, dari sisi penumpang bus sendiri sebenarnya tidak terlalu peka untuk merasakan perbedaan kenyamanan dari berbagai merek sasis bus yang beredar di Indonesia.

"Kalau soal kenyamanan (penumpang) gara-gara (faktor) mesin (bus) nggak ada sih," buka Zaenal, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Jumat (4/6/2021).

Menurut Zaenal, faktor utama yang menjadi penentu nyaman tidaknya sebuah bus adalah kelihaian seorang driver di balik lingkar kemudinya sendiri. Jika driver tersebut andal, maka bus pun akan nyaman-nyaman saja dinaiki, kendati bukan sasis premium.

"Jadi mau mesin apapun itu kuncinya satu, yakni pengemudi. Cara bawanya dia kayak gimana. Penumpang umum sendiri itu awam (nggak paham mesin bus) ini apa, Volvo, Mercy, atau Scania," sambung Zaenal.

"Kita pernah naik PO emblemnya nggak dipasang, kita tanya, ini pakai mesin apa, kita ngira pakai Mercy, padahal ternyata Hino. Lha terus kok bisa nyaman ya? Kuncinya di pengemudi itu," katanya lagi.

Sasis dan mesin bus yang paling nyaman dikendarai tentu saja merek-merek premium Eropa, seperti Mercedes-Benz, Scania, dan Volvo. Selain memiliki kapasitas mesin besar dan tenaga yang juga besar, bus-bus itu biasanya menggunakan transmisi otomatis yang membuat tarikan mesin jadi smooth.

Tapi bukan berarti merek bus yang segmennya di bawah merek-merek itu, tidak nyaman digunakan. Bus entry level, dengan transmisi manual pun bisa membuat nyaman penumpangnya jika sang pengemudi piawai dan bus itu didukung teknologi suspensi udara.

"Tapi intinya ya kalau balon pasti nyaman, air suspensi itu nyaman. Beda sama per (daun), kalau perawatannya kurang kadang bikin nggak nyaman. Suka bunyi," jelas Zaenal.



Simak Video "Ini Alasan Toilet Bus Hanya Boleh Digunakan saat Berjalan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)