SIM C Dibagi 3 Jenis Jadi Momentum Pemerintah Lahirkan Pengemudi Kompeten

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 01 Jun 2021 17:55 WIB
Ilustrasi SIM A dan C
Ilustrasi SIM C Foto: Rachman Haryanto/detik.com
Jakarta -

Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor ke depannya akan terbagi 3 jenis berdasarkan kapasitas mesin. kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri AKBP Arief Budiman menjelaskan penggolongan SIM berdasarkan kapasitas mesin ini diterapkan karena keterampilan mengendarai motor 150cc dan 500cc sangatlah berbeda.

Senada dengan Arief Budiman, Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu pun meyakini langkah untuk menggolongkan SIM C berdasarkan kapasitas mesin ini merupakan langkah tepat, untuk mengetahui kompetensi masing-masing pengendara.

"Dari perspektif road safety maka penggolongan SIM C ini, merupakan satu kesempatan atau momentum yang cukup baik untuk mendapatkan pengemudi yang kompeten dan memiliki attitude (perilaku berkendara yang baik di jalanan)," ucap Jusri.

"Kalau kita lihat masalah pengendara, motor sudah menjadi ikon perilaku tidak aman dan ikon pelanggaran lalu lintas. Kalau ini dilakukan saya berharap ini bisa cepat diterapkan," Jusri menambahkan.

Jusri sangat yakin saat penggolongan SIM C sudah digolongkan maka skill dan attitude pengendara di jalanan jauh lebih baik.

Ujian Praktik SIM C di Sidoarjo Pakai Sensor UltrasonicIlustrasi Ujian Praktik SIM C di Sidoarjo Pakai Sensor Ultrasonic Foto: Suparno Nodhor

"Ini bisa menjadi satu cara menjaring pengendara yang kompeten, dari sisi ketertiban, pelanggaran perilaku tidak aman, yang ikon-ikonnya itu pengendara sepeda motor (dicap sebagai pelanggar lalu lintas), dari sisi skil penggolongan SIM C ini juga sejalan berdasarkan motor sangat dibutuhkan, karena memiliki konsekuensi yang negatif kalau tidak di scanning," ujar Jusri.

"Soalnya motor dengan mesin lebih besar, memiliki bobot yang lebih berat dan responsif, kalau tidak dilengkapi dengan pengetahuan keterampilan dan aspek attitude, sepeda motor yang kapasitas besar bisa menjadi killing mesin atau alat pembunuh," tambah Jusri.

Aturan klasifikasi SIM C berdasarkan kapasitas mesin motor itu tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 yang disahkan pada 19 Februari 2021. Tapi Arief mengatakan aturan itu masih dalam tahap sosialisasi, terhitung minimal 6 bulan sejak ditetapkan. Berikut penggolongan SIM C, CI dan CII:

1. SIM C, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);

2. SIM CI, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;

3. SIM CII, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik.



Simak Video "Bawa Yamaha XMAX dan Honda Forza, Apa Perlu SIM Moge?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)