3,4 Juta Kendaraan Keluar-Masuk Jakarta Sebelum sampai Sesudah Larangan Mudik

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 01 Jun 2021 11:20 WIB
Tol Jakarta Cikampek, Bekasi Barat, Kota Bekasi, terpantau macet pagi ini. Kemacetan mulai dari pintu tol Bekasi Barat hingga simpang susun Cikunir.
Jutaan kendaraan keluar-masuk Jakarta selama larangan mudik dan pengetatan perjalanan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Larangan mudik dan pengetatan perjalanan sebelum dan setelah Lebaran telah usai dilaksanakan. Jutaan kendaraan dilaporkan hilir mudik dari dan ke Jakarta selama masa larangan mudik dan pengetatan perjalanan.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono, sejak 22 April kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 3,4 juta. Sementara hingga 31 Mei, kendaraan yang balik ke Jakarta mencapai 3.486.000 kendaraan.

"Artinya masyarakat yang menuju Jateng (Jawa Tengah), Jabar (Jawa Barat( sudah kembali semuanya ke Jakarta bahkan lebih," kata Istiono dalam keterangan tertulis dikutip Antara.

Istiono mengatakan, Operasi Ketupat 2021 dan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) berlangsung aman dan lancar hingga berakhir 31 Mei 2021 kemarin. Operasi Ketupat sendiri dimulai sejak 6-17 Mei selama peniadaan mudik. Sementara KRYD dimulai sejak 18 hingga 31 Mei 2021.

"Operasi Ketupat dan kegiatan rutin yang ditingkatkan telah berakhir. Secara umum aman dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol," katanya.

Menurutnya, Korlantas Polri selama pelaksanaan KRYD pada 15-31 Mei 2021 telah memantau arus balik Lebaran 2021. Beberapa pengendara yang memasuki wilayah Jabodetabek juga dilakukan pemeriksaan acak rapid tes antigen.

"Kami sampaikan informasi data data yang masuk ke kita bahwa kendaraan telah dilakukan pemeriksaan dari 15-31 Mei secara nasional berjumlah 1.056.510. Kemudian yang membawa dokumen lengkap 698.627 orang, yang dilakukan tes usap antigen 357.883 orang dan yang kedapatan positif sebanyak 1.466 orang," jelas Istiono.

Istiono menyebut, meski Operasi Ketupat dan KRYD telah berakhir, operasi di kewilayahan untuk monitoring arus lalu lintas tetap diberlakukan dan segala keputusan arus lalu lintas diserahkan ke wilayah.

"Namun, untuk menekan penyebaran COVID-19, kami tetap melaksanakan monitoring, pengelolaan pengendalian mobilitas masyarakat pada hari-hari libur di daerah lokasi wisata dan juga penerapan di PPKM Mikro dan zona-zona merah," tegas Istiono.



Simak Video "Dilema Korlantas soal Boleh atau Tidaknya Mudik Sebelum 6 Mei"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)