Mulai Pulih, Ekspor Mobil Indonesia Hampir Capai Level Sebelum Pandemi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 24 Apr 2021 18:37 WIB
Kegiatan ekspor mobil terus dilakukan meski di tengah pandemi COVID-19. Pasalnya, kegiatan ekspor merupakan salah satu pemasukan devisa ke negara.
Ekspor mobil mengalami peningkatan di awal 2021 (Pradita Utama/detikOto)
Jakarta -

Industri otomotif menunjukkan tren pemulihan. Tak cuma di Indonesia, pasar otomotif global juga mengalami peningkatan. Itu terlihat dari meningkatnya angka ekspor mobil buatan Indonesia ke berbagai negara.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melaporkan, ekspor mobil utuh atau Completely Built-Up (CBU) Toyota mencapai 49.200 unit pada kuartal I 2021 (Januari-Maret). Angka itu menunjukkan peningkatan sebesar 2% dibanding kuartal empat tahun 2020 yang mencapai 48.000 unit. Hasil ini mendekati kinerja ekspor Toyota Indonesia sebelum pandemi COVID-19, yakni 50.000 unit pada kuartal I/2020 lalu.

"Apa yang dicapai TMMIN dan pelaku industri otomotif lainnya tentu tidak terlepas dari dampak positif sejumlah kebijakan pemerintah selama masa pandemi berupa mengucurkan subsidi dan stimulus untuk sektor industri terutama usaha kecil dan menengah di masa survival, dan diikuti dengan pemberian stimulus untuk meningkatkan daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa recovery yang telah dimulai," kata Direktur Corporate Affairs TMMIN, Bob Azam, Jumat (23/4/2021).

"Kami berharap kondisi ekspor industri otomotif Indonesia tahun ini sudah mulai berangsur-angsur pulih dan setidaknya mencapai 80% dari pencapaian ekspor sebelum pandemi COVID-19 melanda. Toyota Indonesia akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor dengan menyediakan kendaraan berkualitas global yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekspor," ucap Bob.

Kontribusi ekspor Toyota Indonesia diperoleh dari beberapa model dari berbagai segmen, yakni Sport Utility Vehicle (SUV), Multi-Purpose Vehicle (MPV), dan sedan. Jika diurai, kinerja ekspor mobil utuh Toyota terdiri dari Rush 11.600 unit, Vios 8.800 unit, dan Fortuner 7.300 unit. Kemudian, ada Kijang Innova, Avanza, Agya, Yaris, Sienta, dan Town Ace/Lite Ace dengan sumbangan 21.500 unit.

Selain ekspor mobil secara CBU, Toyota Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai atau Complete Knock Down (CKD) hingga 16.750 unit. Juga ada ekspor mesin bensin dan etanol dengan tipe TR dan NR dengan total 32.000 unit dan komponen hingga 25 juta unit.

"Pemulihan ini sejalan dengan pemuliah ekonomi di beberapa negara, terutama China sudah ada pemulihan. Tentunya China berdampak kepada negara-negara yang menjadi tujuan ekspor kita seperti Amerika Selatan, kemudian Timur Tengah, dan di ASEAN," ucap Bob.

"Di samping tren positif, kita harus hadapi tantangan. Yang pertama logistik itu belum sepenuhnya recovery, karena masih ada hambatan-hambatan, masih ada pembatasan-pembatasan. Yang perlu kita waspadai second wave (kasus COVID-19). Di India mengalami second wave justru lebih berat dari first wave, Jepang juga," sebutnya.



Simak Video "Diskon PPnBM, Toyota Raize Bisa Dicicil Rp 3 Jutaan Per Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)