Banyak Pemudik Colong Start, PO Bus Tetap Tak Kebagian Penumpang

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 16 Apr 2021 08:46 WIB
Suasana Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021).
Ilustrasi Suasana Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021), Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta -

Larangan mudik Idul Fitri 2021 sudah dikeluarkan pemerintah pada 6-17 Mei 2021. Akan tetapi diprediksi banyak masyarakat yang nekat untuk bisa pulang ke kampung halaman lebih cepat, untuk bisa menghindari larangan yang diberlakukan pemerintah. Hmm, benar seperti itu tidak ya?

Meski demikian, rupanya tidak semua PO Bus merasakan perlonjakan pemesanan tiket untuk balik ke kampung halaman lebih cepat. Seperti yang dialami PO Bus Sumber Alam yang menilai tidak ada peningkatan pemesanan tiket.

"Tidak ada (pemesanan tiket bus untuk ke luar kota) sama saja seperti biasa. Awal puasa hingga 2 minggu ke depan, penumpang sangat minim," kata Owner PO Bus Sumber Alam Steven Hambali.

Hambali kembali menambahkan, setiap bus yang melintas saat ini hanya membawa 25 persen penumpang saja. "Saat ini okupansi (jumlah penumpang) per bus hanya sekitar 25 persen," Hambali menambahkan.

Bicara soal kerugian PO Bus Sumber Alam mengatakanjumlahnya cukup besar. Apalagi periode Lebaran biasanya jadi momentum untuk mengeruk pemasukan dari warga yang berbondong-bondong mudik.

"Kerugian tentu materiil, potensi pendapatan yang seharusnya 200-300%, hilang. Dan imateriilnya bagi pengusaha bus ialah beralihnya penumpang menggunakan moda kendaraan pribadi atau plat hitam. Dampaknya tentu ke iklim bisnis transportasi darat," ujar Hambali.

Sebagai catatan PO Bus Sumber Alam memiiki layanan untuk Bus Antar Kota Antar Propinsi (Bus Malam) dengan rute Yogyakarta-Kutoarjo-Kebumen-Gombong-Sumpiuh-Sampang-Wangon-Ajibarang-Jakarta.

Bus Sumber Alam yang dilelang untuk melawan virus CoronaIlustrasi Bus Sumber Alam yang dilelang untuk melawan virus Corona Foto: tangkapan layar Youtube Sumber Alam

Selain itu PO Sumber Alam memiliki layanan Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dengan rute Semarng-Magelang-Purworejo-Gombong-Cilacap.

Terlepas dari larangan mudik yang akan diberlakukan pada 6-17 Mei 2021, pemerintah memang tidak melarang bagi pemudik yang hendak balik ke kampung halaman sebelum atau sesudah larangan mudik diberlakukan.

Seperti pemberitaan detikOto sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan tidak melarang orang berpergian ke luar daerah selama masa larangan mudik belum berlaku. Hal itu diizinkan asal tetap mematuhi aturan yang berlaku pada Surat Edaran Satgas COVID-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga dokumen tes negatif COVID-19.

"Kita sudah jelas melarang mudik, meniadakan mudik 6 sampai 17 mei, ini adalah tanggal-tanggal yang sesuai juga pola-pola yang terjadi sebelumnya, ini biasanya pergerakan masyarakat mencapai peak-nya," ungkap Adita dalam program d'rooftop, Selasa (14/4/2021) kemarin.

"Kalau kemudian ada anggota masyarakat yang memang ingin melakukan perjalanan di luar tanggal itu (6-17 Mei), kalau bicara ketentuan, kita kembali ketentuan yang sudah berlaku umum saat ini. Itu merujuk Surat Edaran Nomor 12 (tahun 2021) dari Satgas, tentang perjalanan orang dalam negeri antar kota," tambah dia.

"Seperti yang sekarang, kita lakukan dengan menunjukkan dokumen negatif covid, kita tunjukkan juga dengan protokol kesehatan yang ketat," sambungnya.

Adita mengatakan Kemenhub sudah mengimbau kepada para operator transportasi untuk tetap meningkatkan pengawasan protokol kesehatan selama masa larangan mudik belum berlaku. Hal ini dilakukan agar meminimalisir penyebaran virus Corona dari para pemudik yang curi start.

"Kami di Kemenhub sudah meminta kepada semua operator untuk memperketat pengawasan, karena kalau masker, hand sanitizer, rata-rata orang sudah otomatis lah sudah melakukan itu. Tapi bahwa kemudian antrean, kadang-kadang entah lupa, entah sengaja ya nggak bisa dikendalikan maksundya itu tidak bisa mengatur diri sendiri. Ini perlu ada petugas untuk melakukan pengawasan, dan mengendalikan kerumunan ini, supaya tidak ada efek penularan pada Covid ini," tambah Adita.



Simak Video "H-1 Mudik Dilarang, Terminal Alam Barajo Jambi Sepi Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)