Gunung Gede Pangrango Kelihatan dari Kemayoran, Kualitas Udara Jakarta Memang Lagi Oke

Tim Detikcom - detikOto
Jumat, 19 Feb 2021 08:58 WIB
Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman nasional yang terletak di Jawa Barat. Gunung yang tinggi menjulang itu dapat juga dilihat dari Ibu Kota Jakarta.
Gunung Gede Pangrango terlihat dari Jakarta berbarengan dengan kondisi udara ibukota yang membaik di Februari 2021 (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Ramai di media sosial sebuah foto yang menunjukkan Gunung Gede Pangrango terlihat jelas dari Kemayoran. Jika melihat Air Quality Index, udara di Jakarta memang sedang bagus-bagusnya sepanjang Februari ini.

Dilihat detikOto dari situs IQAIR, Air Quality Indeks Jakarta secara rata-rata mengalami perbaikan sejak 1 Februari. Sejak 1 Februari sampai 18 Februari, Air Quality Indeks Jakarta terburuk berada di angka 90 yakni pada 1 Februari.

Setelah itu Air Quality Index Jakarta selalu berada di bawah angka tersebut. Angka terendah terjadi pada 2 Februari di mana Air Quality Indeks Jakarta berada di posisi 55.

Kondisi ini berbeda dengan 10 hari terakhir bulan Januari. Ketika itu Air Quality Indeks Jakarta sempat menunjuk angka 165 (22 Januari) dan 152 (31 Januari).

Screenshot Twitter Dinas LH DKI yang menampilkan foto karya Ari WibisonoScreenshot Twitter Dinas LH DKI yang menampilkan foto karya Ari Wibisono Foto: Screenshot Twitter Dinas LH DKI yang menampilkan foto karya Ari Wibisono

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Melihat jauh ke belakang, di awal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama pada April, Jakarta ketika itu berada dalam 5 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Di tahun 2019 Jakarta malah berulang kali jadi kota dengan tingkat polusi terburuk berdasarkan data IQAIR.

Dari data yang dihimpun IQAIR pada 2019, ada beberapa faktor penyebab tingginya angka polusi udara di Jakarta. Asap kendaraan menjadi penyumbang terbesar, lalu diikuti oleh emisi pabrik, dan pembakaran terbuka.

"Dengan populasi yang sangat besar, jalanan dipenuhi sepeda motor, mobil, dan truk. Kebanyakan masih belum mematuhi standar dan syarat kendaraan yang ramah lingkungan. Banyak yang masih menggunakan bahan bakar diesel, yang membuat tingginya polutan seperti nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2)," demikian dikutip dari IQAIR.

Dalam daftar kota paling polusi sedunia pada Jumat (19/2) pagi ini, Jakarta berada di posisi 48 dari total 91 kota yang didata kualitas udaranya oleh IQAIR. Jakarta punya kualitas udara lebih baik dibanding Singapura (posisi 55), Munich (59), Paris (64), hingga London (83).

Simak juga video 'Spot Foto Instagramable Dibangun di Pinggir Tebing Semarang':

[Gambas:Video 20detik]



[Halaman Selanjutnya: Heboh Foto Gunung Gede Difoto dari Flyover Jalan HBR Motik]

Selanjutnya
Halaman
1 2