Tesla Pilih Bikin Pabrik di India Dibanding Indonesia, Apa Alasannya?

Doni Wahyudi - detikOto
Kamis, 18 Feb 2021 11:35 WIB
GRUENHEIDE, GERMANY - SEPTEMBER 06: (EDITORS NOTE: Image is a digital panoramic composite.) In this aerial view from a drone, the construction site of the new Tesla Gigafactory stands near Berlin on September 06, 2020 near Gruenheide, Germany. Tesla is planning to begin electric car production at the site by the summer of 2021 with 12,000 employees and an output of at least 100,000 cars annually.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Pabrik Tesla yang berlokasi di Jerman. Kabarnya Tesla akan bikin pabrik di India (Getty Images/Sean Gallup)

Dikutip dari CNBC Indonesia, pemerintah sejatinya telah melakukan langkah intensif untuk mendekati Tesla supaya menanamkan investasinya di tanah air. Pembicaraan dengan perwakilan Tesla kabarnya sudah sempat berjalan.

Namun diyakini rencana Tesla berinvestasi di Indonesia bukanlah untuk membangun pabrik mobil listrik. Melainkan investasi di bidang sistem penyimpanan energi (Energy Storage System atau ESS).

Ini terungkap dari pernyataan Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi. Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah, juga mengungkapkan hal senada belum lama ini.

"Dengan Tesla, kita juga sedang dalam tahap negosiasi. Tesla baru belakangan masuk (menyatakan minat). Kita lagi pelajari dia mau masuknya ke mana. Dari pembicaraan kemarin, mereka sepertinya mau masuk ke ESS," ungkap Agus Tjahajana saat diskusi dengan media dalam webinar "EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia", dikutip dari CNBC.



Simak Video "Elon Musk Umumkan Peluncuran Tesla Bot Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]

(din/rgr)