Mulai 2022 Bayar Tol Enggak Pakai Setop, Goodbye Antrean Pintu Tol!

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 30 Jan 2021 09:41 WIB
Volume kendaraan yang melintas di Tol Cikampek mengalami peningkatan. Antrean kendaraan juga terlihat di Gerbang Tol Cikampek Utama.
Ilustrasi Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Roatex Ltd, perusahaan asal Hongaria, ditetapkan sebagai pemenang tender untuk proyek penerapan sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF). Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit menjelaskan ada beberapa keuntungan yang akan didapatkan masyarakat saat MLFF diterapkan.

"Solusi ini telah sukses diterapkan di Hongaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs). Pengalaman di Hongaria, solusi ini selain memudahkan pengguna jalan karena melalui jalan tol tanpa hambatan, juga dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan tol, serta mengurangi tingkat kemacetan pada jam-jam padat," kata Danang.

Danang juga mengatakan saat MLFF diterapkan, pengendara bisa menggunakan aplikasi untuk bisa melintas di jalan tol.

Antrean kendaraan di Gerbang TolAntrean kendaraan di Gerbang Tol Foto: Dian Firmansyah

"Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Perangkat ini tidak membebani pengguna dan dapat diunduh dengan mudah melalui smartphone," ujar Danang.

MLFF itu terbagi lagi menjadi 3 jenis teknologi di antaranya Radio Frequency Identification (RFID), DSRC (dedicated short-range communication), dan Global Navigation Satellite System (GNSS). Adapun jenis teknologi yang akan diterapkan Roatex adalah berbasis GNSS.

GNSS inilah yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan mesin pembaca uang elektronik. GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit.

Itu artinya untuk mengapliksikan GNSS tak perlu memasang infrastruktur, seperti gerbang tol. Nantinya akan ada alat yang dipasang di mobil (OBU - dalam bentuk aplikasi smartphone) yang menerima sinyal GNSS dari satelit secara berkala untuk jadi bahan perhitungan posisinya dan disimpan sebagai CDR (Charges Data Record).

Data ini kemudian akan dikirimkan ke perangkat TSP (Toll Service Provider) melalui jaringan wireless (GPRS, umts, dsb) untuk memverifikasi jalur tol yang digunakan dan menghitung tarif yang akan dibebankan ke pengguna.

Dalam kerja sama penerapan MLFF itu, Roatex memegang konsesi atas proyek tersebut selama 10 tahun. Tahun pertama adalah pelaksanaan konstruksi. Targetnya, penerapan sistem MLFF ini bisa dimulai pada tahun 2022 di sebagian besar ruas jalan tol, terutama Pulau Jawa dan Bali.

"Tol mana yang menjadi prioritas? Jabodetabek, tapi masih dalam pembahasan. Kalau sesuai dengan FS di tahun 2022 (akan terealisasi)," ujar Danang.



Simak Video "Nekat Putar Balik di Tol? Siap-siap Bayar Denda 2 Kali Lipat dari Tarif Tol Terjauh"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)