Masuk Tol Tak Perlu Buka Jendela Mobil Lagi, Kapan Mulai Berlaku di Indonesia?

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 30 Jan 2021 07:10 WIB
Gerbang Tol Cikampek Utama
Ilustrasi jalan Tol Foto: Dian Firmansyah
Jakarta -

Masuk tol tanpa harus menurunkan jendela mobil dan menempelkan uang elektronik akan bisa terwujud di Indonesia. Itu bisa terjadi seiring telah didapatnya pemenang tender Sistem Transaksi Tol Non-Tunai Nir-Sentuh Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF). Lalu kapan akan mulai diterapkan?P

Pemenang tender sistem transaksi tol non tunai nirsentuh berbasis Multilane Free Flow (MLFF) tersebut adalah Roatex, Ltd, sebuah perusahaan asal Hongaria. Hal itu tertuang dalam Surat Penetapan Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

Dalam kerja sama penerapan MLFF itu, Roatex memegang konsesi atas proyek tersebut selama 10 tahun. Tahun pertama adalah pelaksanaan konstruksi. Targetnya, penerapan sistem MLFF ini bisa dimulai pada tahun 2022 di sebagian besar ruas jalan tol, terutama Pulau Jawa dan Bali.

"Tol mana yang menjadi prioritas? Jabodetabek, tapi masih dalam pembahasan. Kalau sesuai dengan FS di tahun 2022 (akan terealisasi)," ujar Danang.

Sistem Transaksi Tol Non-Tunai Nir-Sentuh Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) pada intinya merupakan sebuah sistem yang memungkinkan pengguna memasuki jalan tol tanpa harus membayar dengan cara menempelkan uang elektronik pada mesin pembaca, yang umumnya terapat di pintu masuk tol.

Sebagai gantinya teknologi MLFF akan menggantikan mesin pembaca tersebut. MLFF sendiri terbagi lagi menjadi 3 jenis teknologi yakni Radio Frequency Identification (RFID), DSRC (dedicated short-range communication), dan Global Navigation Satellite System (GNSS).

.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk menaikkan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai 17 Januari mendatang.Ilustrasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk menaikkan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai 17 Januari mendatang. Foto: Grandyos Zafna

GNSS inilah yang nantinya akan digunakan untuk menggantikan mesin pembaca uang elektronik. GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Demikian dikutip dari detikFinance.

Itu artinya untuk mengapliksikan GNSS tak perlu memasang infrastruktur, seperti gerbang tol. Nantinya akan ada alat yang dipasang di mobil (OBU - dalam bentuk aplikasi smartphone) yang menerima sinyal GNSS dari satelit secara berkala untuk jadi bahan perhitungan posisinya dan disimpan sebagai CDR (Charges Data Record).

Data ini kemudian akan dikirimkan ke perangkat TSP (Toll Service Provider) melalui jaringan wireless (GPRS, umts, dsb) untuk memverifikasi jalur tol yang digunakan dan menghitung tarif yang akan dibebankan ke pengguna.

.

Solusi ini telah sukses diterapkan di Hongaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir, yang dikelola oleh Hungarian Toll Services Company (NUZs). Pengalaman di Hungaria, solusi ini selain memudahkan pengguna jalan karena melalui jalan tol tanpa hambatan , juga dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan tol, serta mengurangi tingkat kemacetan pada jam-jam padat.

Pada saatnya nanti, setiap kendaraan atau pengguna jalan tol akan diperkenalkan dengan perangkat e-Obu (aplikasi smartphone), atau Onboard Unit (OBU) atau tiket perjalanan (road ticket) bagi yang hanya sekali jalan. Perangkat tersebut tak membebani pengguna, dan dapat diunduh dengan mudah melalui smartphone.



Simak Video "9 Tol Mau Dijual ke Swasta, Ada yang Minat?"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)