Bukan Kaleng-kaleng, Ini Spesifikasi Bus Listrik China yang Diuji Coba Transjakarta

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 04 Jan 2021 16:48 WIB
Bus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta
Bus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta. Foto: Higer Maju Indonesia (HMI)
Jakarta -

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tengah menguji coba bus listrik asal China dengan merek Higer. Di atas kertas, bus listrik Higer memiliki spesifikasi yang tidak main-main. Kapasitas baterainya diklaim paling besar, ada juga beberapa komponen buatan Eropa yang disematkan.

Seperti disampaikan Direktur Utama PT Higer Maju Indonesia, Antonius R Ismanto, dalam keterangan resminya, bus listrik China ini diklaim punya banyak keunggulan, antara lain kapasitas baterai 385 kilo watt hours (kWh) yang bisa menempuh jarak 300 km, dan memiliki durasi pengisian ulang baterai cepat, sekitar 3-4 jam.

Selain itu, menurut Antonius, perawatan bus listrik ini juga diklaim mudah dan ringan. "Selain itu, limbah suku cadang jauh lebih sedikit," terang Antonius.

Bus listrik Higer yang diuji coba TransjakartaBus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta Foto: Higer Maju Indonesia (HMI)

Ditambahkan Komisaris yang juga Founder PT Higer Maju Indonesia, Untung W Ismanto, bus listrik Higer mempunyai spesifikasi teknis yang sangat baik.

Misalnya sumbu roda menggunakan Axle merek ZF dari Jerman, yang membuat bus listrik Higer rendah perawatan (low maintainance), berjalan dengan senyap dan punya tingkat kebisingan rendah.

"Dengan menggunakan Axle ZF, bus dapat dikonfigurasi menjadi Low Entry, di mana lantai dasar bus rata atau lower deck. Sumbu roda depan independen dan mengurangi body roll pada kendaraan," kata Untung.

Bus listrik Higer yang diuji coba TransjakartaBus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta Foto: Higer Maju Indonesia (HMI)

"Kami menggunakan teknologi dari Jerman karena layanan purnajualnya sangat didukung oleh ZF Jerman. Dengan demikian kelancaran operasional dan perawatan kendaraan menjadi terjamin," sambungnya.

Beralih ke bagian lain, untuk pengereman dan suspensi menggunakan besutan WABCO yang memungkinkan saat dilakukan pengereman tidak akan terjadi hentakan. WABCO yang berkantor pusat di Bern, Swiss, adalah perusahaan spesialisasi untuk pengereman dan suspensi kendaraan komersial seperti bus dan truk. Disebutkan jika WABCO memiliki 260 lokasi yang tersebar di 41 negara.

Sementara untuk power steering disuplai dari Bosch. Bosch berdiri tahun 1886, merupakan perusahaan asal Jerman yang besar di berbagai bidang otomotif dan industri pendukung lainnya.

Bus listrik Higer yang diuji coba TransjakartaBus listrik Higer yang diuji coba Transjakarta Foto: Higer Maju Indonesia (HMI)

"Spesifikasi bus listrik Higer diharapkan sudah mengikuti semua standar yang telah ditentukan Transjakarta, seperti ukuran dan dimensi sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini karena sejak awal pembuatan selalu berkoordinasi dengan tim teknis TransJakarta. Kami siap mendukung Transjakarta untuk pengadaan bus listrik yang efisien," jelas Untung.

Transjakarta memerlukan bus listrik ramah lingkungan, yang efisien sekaligus mengutamakan keselamatan. Proyek bus listrik Transjakarta akan dimulai pada September 2021.

Setidaknya akan ada 100 unit bus listrik Transjakarta yang digunakan kelak. Transjakarta sudah mencoba beberapa merek bus listrik seperti BYD, dan juga Higer.



Simak Video "DKI Targetkan TransJakarta Pakai Bus Listrik pada 2030"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)