Aspal Mulus Gilimanuk-Denpasar Bikin Nagih, Tapi Harus Waspada pada Truk Goyang

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 25 Des 2020 17:15 WIB
Road Trip Jakarta Bali
Toyota Corolla Hybrid dalam Road Trip Jakarta-Bali with Hybrid Car Toyota Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Libur Natal dan Tahun baru 2020 akhirnya datang, bagi detikers yang hendak liburan ke Bali melalui jalur darat dinilai bisa menjadi pilihan yang tepat.

Soalnya saat detikers mendarat di pulau bali melalui pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk, detikers akan merasakan kenyamanan berkendara di pulau Dewata dengan rute dan aspal mulus dari Gilimanuk menuju Denpasar.

Seperti yang dirasakan team detik.com yang dilakoni detikOto, detikTravel, detikFood, detikFoto dan 20Detik dalam Road Trip Jakarta-Bali with Hybrid Car Toyota 14-20 Desember 2020 bersama Corolla Cross. Meski perjalanan memakan waktu 3 jam, perjalanan Gilimanuk-Denpasar dirasakan sangat nyaman dan menantang.

Aspal mulus bersama tikungan mulus, jalanan menanjak dan menurut ditambah dengan nuansa pantai di pinggir jalan membuat perjalanan tak terasa dan nyaman.

Namun detik.com ingatkan pengendara harus tetap waspada saat berkendara. Karena detikers akan melalui perkampungan ditambah dengan banyaknya truk goyang alias truk melintas, untuk itu kewaspadaan harus terus dijaga.

Nah jika bertemu dengan situasi demikian, detikers harus jauh lebih berhati-hati saat melintas dekat truk. Seperti dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, jika detikers ingin melintasi atau berkendara dengan truk ada beberapa langkah yang harus dilakukan dan diperhatikan.

Toyota Corolla Cross HybridToyota Corolla Cross Hybrid Foto: Muhammad Ridho Suhandi/detikOto

1. Pengendara harus menjaga jarak aman dengan truk. Tidak disarankan mengikuti truk terlalu dekat karena mobil Anda bisa jadi tidak terlihat oleh sopir. Tak cuma itu, jika berkendara terlalu dekat dengan truk, Anda tidak memiliki ruang cukup untuk melihat kondisi di depan akibat tertutup bodi truk.

Jaga jarak aman dengan truk membuat pengendara bisa mengantisipasi pergerakan truk, misalnya truk tiba-tiba mengerem darurat atau tidak kuat menanjak. Jaga jarak aman bukan cuma memberi ruang gerak untuk truk, tapi juga membuat mobil Anda terlihat oleh sopir truk. Semakin dekat jarak mobil dengan truk, semakin sulit sopir truk mengawasi mobil lain di dekatnya.

2. Berikan tanda atau isyarat jika Anda ingin mendahului truk. Isyarat itu bisa dengan lampu dim atau klakson. Dengan begitu, pengemudi truk dapat menyadari keberadaan mobil lain dan menjaga kewaspadaannya.Pastikan ada ruang yang cukup di depan truk saat menyalip. Jika jarak antara truk dengan kendaraan di depannya terlalu dekat, mobil Anda akan memaksa masuk di antara truk dan kendaraan di depannya itu. Situasi ini akan membuat Anda berada di blind spot truk. Itu juga berbahaya jika mobil di depannya melakukan pengereman.

3. Perhatikan manuver truk. Beri ruang jika truk di depan memberi isyarat untuk melakukan manuver, seperti berbelok, putar arah, atau parkir. Hentikan kendaraan dan tunggu sampai posisi truk benar-benar aman. Apalagi kalau mobil berada di sisi dalam radius manuver truk tersebut. Perpaduan antara bodi besar dan blind spot akan membuat mobil Anda terancam bahaya jika tidak sabar menunggu.

4. Halangan lain yang harus dipahami pengendara adalah bahwa truk memiliki daya pengereman yang terbatas. Pengereman truk akan tambah sulit jika truk itu memiliki beban penuh. Itu artinya, truk membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti. Jangan paksakan mobil berada terlalu dekat dengan truk dan berikan ruang yang cukup untuk manuver.



Simak Video "Teaser - Serunya Road Trip Jakarta-Bali Bersama Corolla Cross Hybrid"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)