Mau Dihapus, Ini Bahaya dan Kerugian Pakai Premium untuk Mobil Kamu

Rizki Pratama - detikOto
Kamis, 19 Nov 2020 06:25 WIB
Warga membeli bbm subsidi jenis premium di SPBU Pertamina, Otista, Jakarta Timur, Jumat (15/11/2019). Pertamina berharap penyaluran BBM Bersubsidi tepat sasaran. Sebab yang terjadi di lapangan hingga kini BBM Bersubsidi masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang secara ekonomi tergolong mampu.
Bahaya Konsumsi BBM Premium pada mobil. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ketersediaan jenis bahan bakar selalu mengikuti kebutuhan dari mesin-mesin mobil. Makin ke sini mobil memiliki mesin dengan spesifikasi yang lebih baik dan membutuhkan bensin dengan kadar RON lebih tinggi. Bagaimana sebenarnya kualitas BBM Premium?

Sayangnya cuma karena bahan bakar denga RON rendah lebih murah banyak yang mengabaikan dampak buruknya. Padahal bagi pemilik mobil-mobil terbaru yang rasio kompresinya lebih tinggi sudah tidak cocok lagi pakai bensin dengan oktan rendah seperti BBM premium.

Sebelum membahas lebih jauh soal dampaknya, mari kenali dulu apa itu yang disebut dengan RON. Dikutip dari laman Auto2000, RON adalah satuan untuk menunjukkan kandungan oktan yang menentukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Di dalam mesin, campuran udara dan bensin (dalam bentuk gas) ditekan oleh piston sampai dengan volume yang sangat kecil dan kemudian dibakar oleh percikan api yang dihasilkan busi.

Karena besarnya tekanan ini, campuran udara dan bensin juga bisa terbakar secara spontan sebelum percikan api dari busi keluar. Jika campuran gas ini terbakar karena tekanan yang tinggi (dan bukan karena percikan api dari busi), maka akan terjadi knocking atau ketukan di dalam mesin (Nglitik). Knocking ini akan menyebabkan mesin cepat rusak, sehingga sebisa mungkin harus dihindari.

Premium memiliki nilai oktan 88, sedangkan Pertalite memiliki RON 90, Pertamax sebesar 92. dan Pertamax Plus sebesar 95. Nilai ini menunjukan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Semakin tinggi nilai oktannya, maka BBM lebih lambat terbakar, sehingga tidak meninggalkan residu pada mesin yang bisa mengganggu kinerjanya. Selain itu karena pembakaran tidak sempurna akan muncul residu atau kotoran. kotoran ini juga harus dibersihkan dan perlu biaya lebih. Semakin sering pakai bensin beroktan rendah maka semakin cepat juga frekuensi pembersihan tangki yang artinya mengeluarkan lebih banyak biaya.



Simak Video "Penjualan Premium Dikurangi, Komisi VII: Perhatikan Daerah Terpencil"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)