Lagi, Mobil Listrik Di-recall karena Risiko Terbakar

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Minggu, 15 Nov 2020 15:44 WIB
Mobil listrik Chevrolet Bolt
Mobil listrik Chevrolet Bolt. Foto: Autoblog
Jakarta -

Mobil listrik menjadi kendaraan yang mulai digembor-gemborkan akhir-akhir ini. Kendaraan yang dianggap lebih bersih ini tidak mengeluarkan emisi dari knalpotnya. Namun, ada kekhawatiran risiko dari mobil listrik, yakni potensi mobil mengalami korsleting hingga terbakar.

Risiko itu ada pada mobil listrik buatan General Motors (GM). GM dan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat mengumumkan recall yang mempengaruhi 50.932 unit mobil listrik Chevrolet Bolt model tahun 2017-2019.

Dilansir Carscoops, menurut NHTSA paket sel baterai pada mobil listrik itu berpotensi berasap dan terbakar secara internal. Risiko terburuknya, api menyebar ke seluruh kendaraan dan menyebabkan kebakaran. Potensi itu terjadi jika mobil listrik diparkir di dalam garasi atau di dekat rumah.

"Kendaraan ini dapat terbakar meskipun dalam kondisi mati, diparkir dan diputuskan dari unit pengisi daya," sebutnya.

Situasi ini sangat kritis sehingga pemilik diminta untuk parkir di luar dan jauh dari rumah, sampai masalah teratasi.

NHTSA melaporkan terjadi lima kali kebakaran mobil listrik ini akibat masalah tersebut. Insiden ini telah menyebabkan dua orang cedera dan satu kendaraan yang terbakar merembet ke rumah.

GM akan memperbarui perangkat lunak, sementara mereka terus menyelidiki penyebab dari masalah tersebut. Pembaruan perangkat lunak akan tersedia pada 17 November.

Untuk Chevrolet Bolt tahun 2017 dan 2018, pemilik diberi tahu untuk mengubah setelah charge mobil listrik dan menggunakan opsi Hill Top Reserve. Untuk model 2019, pemilik diinstruksikan untuk mengubah pengaturan charging dan mengaktifkan "Target Charge Level at 90%.".

GM menegaskan para insinyurnya bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi perbaikan permanen.

Selain mobil listrik Chevrolet, sebelumnya Hyundai juga mengumumkan recall beberapa mobil listriknya. Mobil listrik Hyundai Kona menggunakan baterai dari LG Chem Ltd. LG Chem mengatakan penyebab pasti dari kebakaran tersebut belum diketahui. Percobaan pemeragaan yang dilakukan bersama dengan Hyundai tidak menyebabkan kebakaran, sehingga kebakaran tidak dapat dikaitkan dengan sel baterai yang rusak.



Simak Video "Rencana Mobil Listrik Xiaomi Terbongkar, Disebut Gandeng Perusahaan Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)