Selasa, 27 Okt 2020 14:57 WIB

Tekan Polusi, Pertamina Ajak Konsumen Gunakan BBM Sesuai Spek Mesin

Inkana Putri - detikOto
Acara temu media yang digelar oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Rosti Café, Semarang, Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Di era industri, digitalisasi dan teknologi yang maju saat ini, PT Pertamina (Persero) terus berinovasi menciptakan energi-energi yang lebih baik sehingga udara menjadi lebih bersih. Selain pengembangan energi terbarukan, Pertamina meningkatkan standarisasi dan spesifikasi bahan bakar minyak (BBM) agar sesuai dengan kebutuhan kendaraan saat ini.

Sales Area Manager Semarang Hary Prasetyo mengatakan saat ini Pertamina memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti Pertamax yang memiliki kelebihan yaitu formula PERTATEC (Pertamina Technology), formula zat aditif yang mampu membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga jadi lebih awet, menjaga mesin dari karat serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien.

"Selain itu, Pertamina juga telah memiliki bahan bakar dengan standar Euro 4 yaitu Pertamax Turbo. Selain membuat awet mesin, dengan terpenuhinya standar tersebut artinya bahan bakar Pertamina juga ramah lingkungan," ujar Hary dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Hal ini ia sampaikan dalam acara temu media yang digelar oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Rosti Café, Semarang, Senin (26/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya tidak merekomendasikan konsumen untuk mengisi kendaraan di bawah angka kompresi kebutuhan atau spesifikasi kendaraan. Dengan demikian, mesin kendaraan tetap terjaga dan tidak menimbulkan polusi udara.

"Misalkan jika kendaraan dengan kompresi 10:1 yang membutuhkan BBM dengan RON minimal 92 yaitu Pertamax, sebaiknya konsumen tidak mencampur dengan produk yang memiliki RON di bawah itu. Dengan mengisi BBM sesuai kebutuhan, selain menjaga mesin tetap awet pembakaran juga menjadi lebih sempurna sehingga tidak menimbulkan polusi yang dapat mengotori lingkungan," ungkapnya.

Di sisi lain, Wawan Tembong, salah satu penggiat otomotif yang juga merupakan stunt rider asal Boyolali menyampaikan banyak masyarakat yang belum menyadari dalam pemilihan bahan bakar. Padahal, pemilihan bahan bakar yang kurang tepat justru akan mengeluarkan biaya yang lebih tinggi.

"Memang harganya cenderung lebih murah jadi kita bisa ngisi banyak, tapi beberapa waktu berikutnya akan mulai terasa kerusakan-kerusakan mesin akibat bahan bakar yang gak sesuai, biayanya malah jadi lebih mahal," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga membagi pengalamannya terkait performa mesin yang diujicobakan ke dua kendaraannya berdasarkan RON bahan bakar.

"Saya dan teman-teman sempat mencoba, setelah dilihat memang benar motor yang saya isi RON rendah jadi berkarat ketimbang motor yang saya isi dengan RON lebih tinggi," pungkasnya.

Terkait hal ini, Pertamina melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Bagian Tengah juga akan terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada konsumen soal pentingnya mengisi bahan bakar sesuai spesifikasi mesin kendaraan.

Sebagai informasi, Pertamina senantiasa mendukung program pemerintah untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat. Bagi pelanggan dan konsumen yang ingin mendapatkan informasi layanan produk, layanan pesan antar maupun memberikan kritik dan saran, pelanggan setia Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135.



Simak Video "Premium Bakal Dihapus, Ini Tanggapan Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com