Senin, 19 Okt 2020 08:53 WIB

Cuek dengan Marka Jalan, Siap-siap Rp 500 Ribu Melayang

M Luthfi Andika - detikOto
Marka lahan parkir di Jalan Juanda Jakpus dihapus (Dok. UP Perparkiran) Ilustrasi Foto: Marka lahan parkir di Jalan Juanda Jakpus dihapus (Dok. UP Perparkiran)
Jakarta -

Banyak dari kita sebagai pengendara kendaraan bermotor cuek tidak mempedulikan marka jalan. Awas, ada denda yang Rp 500.000 buat para pelanggar.

Hal ini langsung disampaikan Kasubdit Bin Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar kepada detikOto. "Semua ada di Undang-undang No. 22 tahun 2009 Lalu lintas Angkutan Jalan," kata Fahri.

Dalam undang-undang No. 22 tahun 2009 Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 287 ayat pertama jelas dikatakan, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, marka jalan memang memiliki peran yang penting untuk bisa mewujudkan berkendara yang aman, nyaman, dan selamat.

Before After Marka Parkir Serobot Jalan Dihapus (Rolando & Alfons/detikcom)Before After Marka Parkir Serobot Jalan Dihapus (Rolando & Alfons/detikcom) Foto: Before After Marka Parkir Serobot Jalan Dihapus (Rolando & Alfons/detikcom)

"Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, marka jalan adalah suatu tanda yang berada di atas permukaan jalan berperan dalam mengarahkan, memperingatkan, atau menuntun pengguna jalan dalam berlalu lintas," Kepala Bidang lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rudy Saptari kepada detikOto.

Bahkan Rudy Saptari memastikan marka jalan yang ada di Indonesia mengadopsi standar dunia.

"Marka jalan di Indonesia mengacu pada standar negara-negara di dunia yang telah ditetapkan oleh AAHSTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) dengan beberapa penyesuaian di Indonesia)," ucap Rudy.



Simak Video "Kabur Usai Tabrak Emak-emak, Sopir di Pinrang Nyaris Dikeroyok"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com