Selasa, 29 Sep 2020 08:50 WIB

Sejarah Unik Pelat Nomor Tanpa Huruf pada Bagian Belakang

M Luthfi Andika - detikOto
Pelat nomor pinggir jalan Ilutrasi pelat nomor kendaraan Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta -

Jika berbicara soal pelat nomor kendaraan sudah pasti detikers tahu dong, nomor ini dihadirkan sebagai identitas kendaraan yang dikeluarkan pihak berwajib. Tapi detikers tahu tidak sejarah pelat nomor kendaraan itu sendiri?

Seperti yang diceritakan salah satu pengusaha muda yang hendak menjadi kolektor pelat nomor kendaraan, Vinnie Kinetica Rumbayan (28).

"Awalnya aku dulu punya beberapa mobil, dulu kan orang ingin punya plat nomor B 1 atau B dengan angka ulang tahun dan inisialnya. Terus zaman dulu banget, gue kaget kok ada plat nomor ga ada huruf di belakangnya," cerita Vinnie.

Akhirnya Vinnie memutuskan untuk mencari tahu bagaimana bisa pelat nomor kendaraan tanpa inisial dan ingin memilikinya.

"Akhirnya aku bertanya-tanya, bagaimana caranya aku dapat ya (memiliki pelat nomor kendaraan tanpa inisial). Akhirnya aku datang ke Polda menanyakan pembuatan pelat nomor kendaraan seperti itu. Tapi dari ribuan mobil yang belakangnya blank (tanpa inisial huruf) kok ada pemiliknya semua, bahkan tidak ada nomor kosong. Di situ aku mulai tertarik ingin memilikinya," kata Vinnie.

Vinnie pun menceritakan bagaimana pelat nomor tanpa huruf di belakang itu begitu populer bagi sebagian orang dari berbagai referensi. Vinnie mengatakan sejarah pelat kendaraan di Indonesia diawali dari kedatangan Tentara Inggris di Batavia (Jakarta).

Pelat nomor unik tanpa huruf belakangPelat nomor unik tanpa huruf belakang Foto: M luthfi Andika/detik.com

"Waktu itu Inggris memberikan huruf awalan B untuk kereta kuda agar mudah dikenali. Dan huruf B, itu menandakan wilayah Batavia yang direbut oleh pasukan batalion B. Penomorannya sama seperti penomoran mobil atau kendaraan sekarang misalnya B dengan angka di bagian tengahnya," cerita Vinnie.

"Begitu juga dengan Banten, yang waktu itu diduduki oleh pasukan Inggris dari pasukan batalion A. Makanya Banten itu huruf awalannya A," tambah Vinnie.

Vinnie juga mengatakan hal tersebut terus menerus diterapkan pada pelat nomor kendaraan hingga saat. "Dulu Pak Soekarno juga pernah menggunakan pelat nomor B 1 kalau tidak salah, dan sampai sekarang pelat nomor itu masih ada yang memilikinya, setahu aku sih yang punya nomor seperti ini (pelat nomor tanpa huruf di bagian belakang) itu pasti seorang kolektor," Vinnie menambahkan ceritanya.

Namun seiringnya perubahan zaman, pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) mengalami perubahan karena memang banyak masyarakat yang sudah memiliki kendaraan. TNKB saat ini dicetak dengan menggunakan aluminium dengan tulisan 2 garis.

Baris pertama menunjukkan kode wilayah (huruf), Nomor polisi (angka dan kode atau huruf seri wilayah. Sedangkan baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku. Namun memang benar sangat sulit untuk mendapatkan pelat nomor kendaraan tanpa huruf pada bagian belakangnya.

"Ketertarikan memiliki pelat nomor kendaraan tanpa huruf bagian belakang (blank tanpa huruf) akhirnya membuahkan hasil dan aku kini memiliki pelat nomor kendaraan blank (tanpa huruf). Awalnya memiliki dengan 4 digit angka dan kini punya dua digit angka tanpa huruf di bagian belakang atau blank," kata Vinnie.



Simak Video " Polri Pamer Desain Pelat Nomor Mobil Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com