Sabtu, 26 Sep 2020 09:53 WIB

Mulai 2030 Inggris Bakal Larang Mobil Bahan Bakar Bensin Seliweran di Jalan

Rizki Pratama - detikOto
Thick smoke pours from the exhaust pile on a car. Shallow depth of field, focus on the end of the tail pipe. Closeup view. Inggris bebas mobil bensin dan diesel tahun 2030. (Getty Images/iStockphoto/madsci)
Jakarta -

Inggris berencana memajukan rencana larangan mobil baru berbahan bakar fosil. Dari sebelumnya dijadwalkan pada 2040, kini dimajukan ke 2030.

Kebijakan ini tentu diiringi dengan stimulus pada konsumen dan produsen. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengumumkan serangkaian kebijakan dalam penggunaan energi terbarukan ini juga sebagai upaya memulihkan ekonomi dari dampak pandemi virus Corona.

Sumber dari menteri industri energi dan transportasi Inggris mengatakan bahwa kebijakan ini akan keluar paling cepat dalam minggu ini. Namun, rencana ini akan ditangguhkan sampai akhir tahun lantaran Inggris masih fokus menangani penularan virus Corona yang masih meningkat.

Keputusan untuk mengakhiri penjualan kendaraan bensin dan diesel baru pada tahun 2030 akan menempatkan Inggris di atas Prancis yang berencana melakukannya di tahun 2040. Bersama Inggris, Jerman, Irlandia, dan Belanda akan melarang penjualan mobil bensin dan diesel tahun 2030. Sementara itu Norwegia akan menjadi negara tercepat dan pertama yang berencana melakukannya di tahun 2025.

Rencana Inggris ini seiring dengan rencana pola perekenomiannya. Penasihat resmi pemerintah di Komite Perubahan Iklim menyebutkan ini kebijakan ini berjalan lurus dengan rencana ekonomi nasional bebas karbon.

Dilansirkan The Guardian, Direktur National Grid (Perusahaan Listrik Inggris), Graeme Cooper menampik kekhawatiran atas persediaan energi listrik apabila semua mobil baru adalah mobil listrik. Ia tidak mencemaskan adanya peningkatan signifikan pada mobil listrik dan mengindikasikan bahwa mereka memiliki ketersediaan listrik yang cukup untuk itu.

National Grid memperkirakan bahwa ketika semua mobil bertenaga listrik, selain kendaraan barang berat, akan membutuhkan energi sepertiga lebih sedikit daripada saat ini. Tepatnya jika semua pembelian mobil adalah mobil listrik, National Grid memprediksi ada sekitar 300 terawatt aliran listrik dan mereka menyanggupinya.

Hal yang perlu dipertimbangkan saat ini adalah memastikan lokasi stasiun pengisian mobil listrik tepat. Kebutuhan listrik untuk pengisian daya cepat inilah yang perlu disiasati dengan baik.



Simak Video "Mobil Listrik Termurah! Fiturnya Sangat Memuaskan "
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com