Begini Pengaturan Duduk di Angkot saat PSBB Ketat

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 22 Sep 2020 09:03 WIB
Saat PSBB, jumlah penumpang di angkutan umum dibatasi 50 persen. Angkot yang kelebihan penumpang pun terjaring razia.
Angkot hanya boleh mengangkut penumpang 50% dari kapasitas maksimalnya. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak pekan lalu. Pemprov pun terus melakukan evaluasi penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Salah satu sektor yang diatur selama PSBB ketat adalah sektor transportasi. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan, angkutan umum dibatasi penumpangnya maksimal 50% dari kapasitas angkut. Itu juga berlaku di mobil angkot.

"Angkot dengan kapasitas 11 orang, tentu yang boleh diangkut 6 orang, sudah Termasuk sopir. Karena memang dalam pengaturannya di depan tidak boleh ada penumpang," kata Syafrin.

Di angkot, yang penumpang hanya boleh naik di bagian belakang, bukan di samping sopir. Bagian belakang sebelah kiri yang biasanya bisa diisi empat orang penumpang maka hanya boleh ditempati dua orang penumpang.

"Kemudian di sisi kanan biasanya enam itu ada tiga penumpang. Jadi total lima, dan satu sopir," jelas Syafrin.

Kepada yang melanggar ketentuan itu akan diberikan sanksi. Misalnya, pribadi yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

"Tapi begitu regulasi terkait dengan kapasitas, nah itu yang dikenakan adalah kepada oeprator angkutan umum," ucap Syafrin.

"Begitu ada pelanggaran, (operator) langsung kami berikan teguran. sesuai Pergub 79, sekali melanggar dikenakan teguran pertama, jika operator yang bersangkutan tetap ada pelanggaran, maka dikenakan sanksi denda administratif," tegasnya.



Simak Video "Angkot Berpenumpang Terbakar di Bekasi, Diduga Korsleting Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)