Rabu, 16 Sep 2020 17:52 WIB

Angkutan Umum yang Nyaman, Aman, dan Sehat itu Tanggung Jawab Siapa?

M Luthfi Andika - detikOto
Para penumpang kereta meninggalkan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2020). Hari ini merupakan hari pertama penerapan PSBB total di Jakarta. Suasana Stasiun Tanah Abang di Masa PSBB Ketat Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Banyak masyarakat khususnya warga Jakarta enggan menggunakan angkutan umum karena moda transportasi ini tidak menawarkan kenyamanan dan keamanan, bahkan kerap dinilai tidak bersih dan tidak sehat. Tapi sebenarnya untuk bisa mewujudkan angkutan umum yang nyaman, aman dan sehat itu tanggung jawab siapa sih?

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti, pada ajang Webinar 'Bijak Bertransportasi di Era Pandemi COVID-19' menjelaskan BPTJ selalu mempersiapkan instrumen-intsrumen terbaik agar masyarakat bisa memilih untuk menggunakan transportasi massa. Namun untuk mewujudkan kendaraan umum terbaik BPTJ membutuhkan bantuan semua pihak.

"Kami berada di bawah Kementerian Perhubungan dan kami mengkoordinasikan ke semuanya, kami melakukan koordinasi dan mengkomunikasikan semuanya. Jika rencana BPTJ berjalan lancar akan sangat bagus sekali, kota kita bisa seperti di Tokyo dan kota lainnya," kata Polana.

"Namun di dalam kebutuhan membangun itu (transportasi massa atau kendaraan umum yang baik), bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat tapi pemerintah daerah juga. Kami BPTJ mempersiapkan instrumen-instrumennya dan mengupayakan semuanya. Tapi ini juga tidak hanya melibatkan pemerintah tapi juga swasta dan masyarakat," Polana menambahkan.

Polana menjelaskan jika ingin mewujudkan kendaraan yang ramah bagi semua, masyarakat juga harus disiplin.

"Cita-cita ini tidak bisa dilaksanakan unsur pemerintah, terutama jika masyarakat tidak disiplin. Tapi alhamdulillah saat ini transportasi publik Jabodetabek itu sudah bagus dan ini tidak hanya kami yang menjaganya tapi masyarakat juga. Kami berharap apa yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah itu harus dijaga juga oleh masyarakat," ujar Polana.

PT Transjakarta menambah sebanyak 155 armadanya. Keputusan ini untuk mendukung kebijakan pemberlakuan kembali sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan ibu kota.PT Transjakarta menambah sebanyak 155 armadanya. Keputusan ini untuk mendukung kebijakan pemberlakuan kembali sistem ganjil genap di beberapa ruas jalan ibu kota. Foto: Rengga Sancaya

Meski demikian mengingat situasi pandemi yang tidak belum juga diketahui kapan akan berakhir, Polana berharap masyarakat bisa tahan sedikit untuk tidak melakukan banyak aktivitas.

"Angkutan umum masih dibatasi, jadi kami sarankan orang melakukan perjalanan bila perlu saja, dan sesuai dengan ketentuan di daerahnya masing-masing. Selanjutnya masyarakat yang harus beraktivitas keluar rumah pastikan dalam keadaan sehat, harus cukup istirahat dan perilakunya saat berada di luar rumah harus dijaga, agar tidak menjadi potensi tertular orang lain gunakan masker serta menjaga jarak, ini semua yang ditingkatkan. Apabila harus beraktivitas upayakan jalan kaki atau bersepeda sehingga potensi penularan lebih kecil," ucap Polana.



Simak Video "Sopir Bus Keluhkan Naiknya Tarif Tol"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com