Senin, 07 Sep 2020 21:54 WIB

Nissan Kembangkan Serat Karbon Khusus, Bakal Dipakai di Mobil Konvensional?

Rizki Pratama - detikOto
Pabrik Nissan Kyushu, Jepang Pabrik Nissan bisa bikin serat karbon dengan modal murah. Foto: Nissan
Jakarta -

Nissan mengumumkan akan memgembangkan serat karbon khusus. Jika sebelumnya serat karbon banyak digunakan pada mobil-mobil mahal, bukan tak mungkin mobil konvensional juga akan memakai material yang sama di masa depan.

Serat karbon memiliki keunggulan dibandingkan beberapa material tradisional pembuatan mobil. Salah satu keunggulan utama dari serat karbon adalah bahan ini sangat ringan, yang mana akan berujung pada peningkatan performa dan efisiensi bahan bakar.

Serat karbon yang akan dikembangkan Nissan disebut sebagai carbon fiber-reinforced plastic (CFRP). Material ini sudah dikembangkan oleh banyak perusahaan dan digunakan dalam industri penerbangan dan otomotif.

"Meskipun manfaat serat karbon telah lama dikenal, harganya mahal dibandingkan dengan bahan lain seperti baja. Seiring dengan sulitnya membentuk suku cadang CFRP, hal ini telah menghambat produksi massal komponen otomotif yang terbuat dari bahan tersebut," tulis keterangan resmi dari Nissan.

Nissan membuat serat karbon baru ini melalui metode yang mereka sebut sebagai 'compression resin transfer molding'. Proses ini dilakukan dengan bantuan simulasi komputer, yang memperkirakan bagaimana resin akan bereaksi saat masuk ke dalam cetakan.

Proses tersebut memangkas waktu produksi secara signifikan, di mana pencetakan diklaim bisa lebih cepat sampai 80% dibanding proses konvensional.

Selama ini serat karbon kerap digunakan pada mobil-mobil super atau kebutuhan balap karena harganya yang mahal. Nah, Nissan mengatakan bahwa mereka dapat menghasilkan serat karbon untuk mobil-mobil yang berada di segmen harga terjangkau.

Nissan belum mengungkapkan bagaimana CFRP ini akan diaplikasikan ke produknya. Saat ini mereka juga tengah dilanda masalah pelik yang membuatnya sulit tumbuh. Serat karbon murah buatan Nissan ini kemungkinan belum akan bisa dinikmati mobil-mobil dengan harga murah dalam waktu dekat.

Dikutip dari motorauthority, BMW menjadi salah satu pabrikan yang menggunakan CFRP pada mobil listrik i3 dan i8 plug-in hybrid. Namun CFRP yang dikembangkan Nissan diklaim menggunakan metode yang lebih maju lagi.



Simak Video "Nissan Launching SUV Kicks e-Power, Bukti Belum Mati di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com