Idul Adha, PO Bus Berharap Berkah dari Arus Mudik

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 28 Jul 2020 18:05 WIB
Terminal Kota Bekasi kembali beroperasi melayani perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Seperti yang terlihat di Terminal Kota Bekasi, semua penumpang yang naik bus ke luar kota tersebut harus menerapkan protokol kesehatan.
Ilustrasi Bus di Terminal Foto: Rengga Sancaya/detik.com
Jakarta -

Tak hanya Idul Fitri, perayaan Idul Adha (biasanya) juga jadi berkah bagi pengusaha bus di Indonesia. Di periode itu masih banyak penumpang bus yang hendak keluar kota atau mudik idul adha untuk bertemu sanak keluarga di kampung.

Hal itu juga berlaku di masa new normal seperti sekarang, meski tren peningkatan penumpang belum dirasakan hari ini dan diprediksi baru akan terjadi dua hari sebelum perayaan hari raya Idul Adha, yang akan berlangsung Jumat (31/7/2020).

"Kalau untuk hari ini sepertinya masih landai kemungkinan baru besok dan puncaknya hari Kamis tanggal 30/7/2020)," ujar Eko Yulianto dari Sinar Jaya.

Eko menambahkan saat ini belum bisa diprediksi berapa peningkatan penumpang bus. "Sementara belum kelihatan (peningkatan penumpang). Karena beberapa karakter penumpang go show biasanya," kata Eko kepada detikOto.

Terminal Kota Bekasi kembali beroperasi melayani perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Seperti yang terlihat di Terminal Kota Bekasi, semua penumpang yang naik bus ke luar kota tersebut harus menerapkan protokol kesehatan.Terminal Kota Bekasi kembali beroperasi melayani perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Seperti yang terlihat di Terminal Kota Bekasi, semua penumpang yang naik bus ke luar kota tersebut harus menerapkan protokol kesehatan. Foto: Rengga Sancaya

Hal senada juga disampaikan Owner PO Bus Sumber Alam, Anthony Steven kepada detikOto. Dirinya berharap perayaan hari raya Idul Adha tahun ini akan ikut merangsang peningkatan penumpang bus.

"Ya pasti (ada kenaikan penumpang bus) pada saat Idul Adha," kata singkat Anthony.

Meski demikian, lanjut Anthony. Para pelaku PO Bus akan tetap menjalankan protokol kesehatan demi menekan penularan virus Corona.

"Tapi kami ikuti protokol kesehatan dan hanya mengisi kapasitas maksimal 70 persen. Ini dikarenakan per kasusnya naik, kami tidak mau nanti malah merah lagi angkanya," kata Anthony.

"Kalau soal penumpang, mulai besok kayanya (ada peningkatan penumpang bus yang hendak keluar kota). Hari ini masih normal (belum ada peningkatan penumpang pada bus)," kata Anthony.



Simak Video "Nihil Orderan, Pengusaha Bus Pariwisata Ancam Gelar Konvoi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)