Senin, 27 Jul 2020 19:54 WIB

Empat Hari Operasi Patuh 2020, Pelanggar Lalu Lintas Menurun

Tim detikcom - detikOto
Petugas Satlantas Polrestro Jakarta Timur menindak pelanggar aturan lalulintas karena masuk jalur TransJakarta dalam Operasi Patuh Jaya 2020 di Jalan Mayjen Sutoyo, Kamis (23/7/2020). Penindakan pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh 2020. Foto: (ANTARA/Andi Firdaus)
Jakarta -

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri saat ini tengah menggelar Operasi Patuh 2020 yang digelar serentak di Indonesia. Operasi Patuh 2020 diadakan sejak 23 Juli 2020 sampai 5 Agustus 2020.

Polri menyebut, terjadi penurunan angka pelanggar lalu lintas dalam Operasi Patuh 2020 dibanding pada Operasi Patuh 2019. Hal itu dilaporkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono.

"Sesuai dengan laporan hasil pelaksanaan Operasi Patuh 2020, Korlantas Polri mencatat pada hari keempat tahun 2019 sebanyak 32.498 pelanggaran. Dibandingkan dengan hari keempat tahun 22020, yang sebanyak 21.740, maka dapat dikatakan terjadi penurunan sebanyak 10.758 pelanggaran, atau 33%," kata Awi dalam konferensi pers Humas Polri, Senin (27/7/2020).

Awi merinci, pada hari keempat tahun 2020 tercatat sebanyak 8.962 pelanggaran tilang. Angka itu turun sebanyak 13.980 atau 61% dibanding pada hari keempat tahun 2019 yang tercatat sebanyak 22.942 pelanggaran tilang.

"Pada hari keempat tahun 2019 tercatat sebanyak 9.556 teguran, sedangkan hari keempat tahun 2020 sebanyak 12.778 teguran, maka terjadi kenaikan (teguran pelanggar lalu lintas) sebanyak 3.222 atau 34%," ujarnya.

Awi belum bisa menginformasikan latar belakang adanya penurunan pelanggaran lalu lintas itu. Bisa jadi karena masyarakat lebih tertib.

"Penurunan angka pelanggaran yang jelas ini ada beberapa faktor dan perlu kita lakukan analisa, karena memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Yang pertama, bisa juga faktor masyarakat yang sudah tertib. Kemudian yang kedua, bisa juga terkait aktifnya petugas karena ini ukurannya adalah pelanggaran tilang, jadi kalau anggota Polri-nya semakin rajin melakukan penilangan tentunya angka pelanggaran juga bisa akan terpengaruh. Tapi Alhamdulillah untuk tahun ini terjadi penurunan. Tapi tentunya faktor yang mana masyarakatnya sudah tertib atau memang polisinya aktif atau kurang aktif melakukan penilangan, nanti kita lihat dan itu ada tim yang mengevaluasi itu, nanti di akhir dari operasi akan bisa kita baca terkait dengan hasil evaluasinya," sebut Awi.

Sementara itu, jumlah kecelakaan lalu lintas saat Operasi Patuh 2020 juga turun setengahnya dibanding Operasi Patuh tahun lalu. Pada hari keempat tahun 2020, tercatat sebanyak 13 kasus kecelakaan lalu lintas, dibanding hari keempat tahun 2019 yang mencapai 26 kasus.

"Jumlah korban meninggal dunia pada hari keempat 2019 sebanyak 4 orang, sedangkan hari keempat tahun 2020 sebanyak 6 orang, maka terjadi kenaikan 2 orang atau 20%. Jumlah luka berat pada hari keempat tahun 2019 sebanyak 101 orang, sedangkan pada hari keempat tahun 2020 sebanyak 31 orang. Jumlah luka ringan pada hari keempat 2019 sebanyak 50 orang, sedangkan pada hari keempat tahun 2020 sebanyak 33 orang, maka terjadi penurunan sebanyak 17 orang atau 33%," beber Awi.



Simak Video "Takut Kena Razia, Banyak Pemotor Balik Arah di Purwakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com